Perjalanan Pertama ke Luar Negeri, Biden Peringatkan Rusia Akan Hadapi Konsekuensi Kuat

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 10 Juni 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 18 2422932 perjalanan-pertama-ke-luar-negeri-biden-peringatkan-rusia-akan-hadapi-konsekuensi-kuat-aYjinYupvF.JPG Presiden AS Joe Biden tiba di Inggris (Foto: BBC)

INGGRIS - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi melakukan perjalanan pertamanya ke luar negeri yakni ke Inggris. Pada kesempatan itu, Biden langsung memperingatkan Rusia yang akan menghadapi konsekuensi "kuat dan berarti" jika terlibat dalam "kegiatan berbahaya".

Biden memperjelas niatnya untuk memperkuat hubungan dengan sekutu AS, menyusul ketegangan hubungan di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Biden diketahui tiba di Inggris pada Rabu (9/6). Menurut rencana, Biden akan bertemu Perdana Menteri Boris Johnson untuk menyetujui "Piagam Atlantik" yang baru.

Pakta tersebut akan menjadi versi modern dari yang disepakati antara Winston Churchill dan Franklin Roosevelt pada tahun 1941, dengan fokus pada tantangan termasuk perubahan iklim dan keamanan.

Editor Politik BBC, Laura Kuenssberg, mengatakan keduanya bertujuan untuk menyegarkan kembali hubungan vital, setelah pergolakan tahun-tahun Trump dan tekanan pandemi.

Selama kunjungan delapan hari Eropa yang padat, Biden akan bertemu Ratu Elizabeth di Kastil Windsor, menghadiri pertemuan para pemimpin G7, dan bergabung dengan KTT NATO pertamanya sebagai Presiden.

Di akhir perjalanannya, Biden akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa.

(Baca juga: Mantan PM Khurelsukh Menangi Pilpres Mongolia)

Gedung Putih telah mengindikasikan jika pertemuan ini untuk membahas "berbagai masalah mendesak" dengan mitranya dari Rusia. Termasuk pengendalian senjata, perubahan iklim, keterlibatan militer Rusia di Ukraina, aktivitas peretasan dunia maya Rusia dan pemenjaraan pembangkang Rusia Alexei Navalny.

Adapun tiga organisasi yang terkait dengan Navalny dilarang oleh pengadilan Moskow pada Rabu (9/6) karena dianggap "ekstremis".

Berbicara kepada pasukan AS dan keluarga mereka di pangkalan udara RAF Mildenhall di Suffolk pada Rabu (9/6), saat mendarat sebelum melakukan perjalanan ke Cornwall, Biden mengatakan dia akan menyampaikan pesan yang jelas kepada Putin.

"Kami tidak mencari konflik dengan Rusia," katanya.

"Kami menginginkan hubungan yang stabil dan dapat diprediksi ... tapi saya sudah jelas: Amerika Serikat akan merespons dengan cara yang kuat dan bermakna jika pemerintah Rusia terlibat dalam kegiatan berbahaya,” lanjutnya.

(Baca juga: Pengadilan Rusia Resmi Larang Organisasi Navalny, Dicap Ekstremis)

Hubungan antara Washington dan Moskow berada pada titik terendah karena berbagai masalah. Pada April lalu, Putin menuduh kekuatan Barat mencoba untuk "mengganggu" Rusia dan memperingatkan mereka untuk tidak melewati "garis merah".

Biden mengatakan bahwa "di setiap titik" selama perjalanan luar negeri pertamanya sebagai presiden, dia ingin menjelaskan jika AS telah kembali dan negara-negara demokrasi dunia berdiri bersama untuk mengatasi tantangan terberat, dan masalah yang paling penting untuk dihadapi di masa depan.

Para pemimpin G7 (Group of Seven) lainnya akan tiba di Cornwall, Inggris barat daya, pada Jumat (11/6) dan pertemuan akan berlangsung selama akhir pekan.

G7 terdiri dari tujuh terbesar di dunia yang disebut ekonomi maju - Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS - ditambah Uni Eropa (UE).

Topik pembicaraan utama adalah pemulihan Covid-19, termasuk "sistem kesehatan global yang lebih kuat yang dapat melindungi kita semua dari pandemi di masa depan".

Dalam sebuah artikel untuk Times, Boris Johnson mengatakan G7 akan "memulai penyusunan perjanjian global baru tentang kesiapsiagaan pandemi sehingga dunia tidak pernah terjebak dengan cara yang sama lagi".

Media AS telah melaporkan bahwa pemerintahan Biden berencana untuk memberikan 500 juta dosis vaksin Pfizer Covid-19 ke sekitar 100 negara selama dua tahun ke depan. Agenda G7 juga mencakup perubahan iklim dan perdagangan.

Biden diperkirakan akan memperingatkan bahwa perselisihan perdagangan Inggris-Uni Eropa dapat membahayakan perdamaian di Irlandia Utara. Dia akan meminta rekan-rekan pemimpin untuk melindungi keuntungan dari kesepakatan Jumat Agung.

Di akhir KTT, Inggris - sebagai negara tuan rumah - akan menerbitkan dokumen yang menguraikan apa yang telah disepakati oleh para pemimpin.

Setelah G7, Biden dan Ibu Negara Jill Biden akan bertemu Ratu di Kastil Windsor sebelum terbang ke Brussel untuk berbicara dengan NATO.

Hubungan AS dengan NATO sempat tegang di bawah Trump, tetapi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg - mengunjungi Gedung Putih pada Senin (7/6) - memuji "komitmen kuat" Biden kepada sekutu AS itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini