Gereja Ortodoks Rusia: Tolak Vaksin Covid-19 Itu Dosa dan Harus Tobat Seumur Hidup

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 06 Juli 2021 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 18 2436118 gereja-ortodoks-rusia-tolak-vaksin-covid-19-itu-dosa-dan-harus-tobat-seumur-hidup-T543cWpQKU.jpg Kepala Departemen Hubungan Gereja Eksternal Gereja Ortodoks Rusia Metropolitan Hilarion (Foto: Sputnik)

RUSIA - Gereja Ortodoks Rusia mengatakan mereka yang menolak untuk divaksinasi Covid-19 melakukan dosa yang harus mereka pertobatkan seumur hidup.

Berbicara kepada saluran TV Russia 24, Kepala Departemen Hubungan Gereja Eksternal Gereja Ortodoks Rusia, Metropolitan Hilarion, menjelaskan bahwa umatnya secara teratur bertobat kepadanya karena tidak divaksinasi. Mereka merasa bersalah karena menularkan virus ke orang lain yang akhirnya meninggal.

"Mereka datang dan berkata, 'Bagaimana saya harus hidup dengan ini sekarang?' Dan bahkan sulit bagi saya untuk mengatakan bagaimana menjalaninya," jelasnya.

"Sepanjang hidupmu, kamu harus menebus dosa yang kamu lakukan,” ujarnya.

(Baca juga: Menkes Prancis Peringatkan Gelombang Keempat Covid-19 di Akhir Juli)

“Dosanya adalah memikirkan diri sendiri daripada memikirkan orang lain,” kata Metropolitan.

“Kita bertanggung jawab – masing-masing dari kita – tidak hanya untuk diri kita sendiri dan tidak hanya untuk orang yang kita cintai, tetapi juga untuk semua orang yang berhubungan dengan kita,” lanjutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Gereja semakin vokal tentang dukungannya terhadap program vaksinasi pemerintah. Metropolitan secara teratur berbicara di TV tentang perlunya mengikuti aturan dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi. Pada Juni lalu, pendeta tersebut mengungkapkan “sikap positifnya” terhadap inisiatif pemerintah untuk memberlakukan vaksinasi wajib pada mereka yang bekerja di sektor jasa.

(Baca juga: Singa Dikembalikan ke Pemiliknya Usai Campur Tangan PM Kamboja)

“Tentu perlu memperhatikan prinsip kesukarelaan dalam kaitannya dengan vaksinasi – prinsip yang sudah disampaikan sejak awal,” jelasnya.

“Tapi ada juga prinsip tanggung jawab orang atas kehidupan orang lain,” tambahnya.

Saat ini, Rusia berada di tengah gelombang baru Covid-19. Pada Senin (5/7), pihak berwenang mengumumkan ada 24.353 kasus baru – peningkatan yang cukup besar dari 9.145 yang tercatat pada 5 Juni, hanya satu bulan yang lalu. Peningkatan infeksi disebabkan munculnya varian Delta di dalam negeri, yang menyebabkan Walikota Moskow Sergey Sobyanin memberlakukan pembatasan kafe, bar, dan restoran di ibu kota.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini