Perbudak Nenek Renta Selama 8 Tahun, Pasangan Suami Istri Divonis Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Juli 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 18 2444255 perbudak-nenek-renta-selama-8-tahun-pasangan-suami-istri-divonis-penjara-oMKSPnQ3tM.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MELBOURNE – Pasangan di Australia yang menjadikan seorang nenek India sebagai budak di rumah mereka selama delapan tahun telah dijatuhi vonis penjara oleh pengadilan Melbourne. Hakim pengadilan tampak heran karena pasangan itu tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatan keji mereka.

Kumuthini Kannan, (53 tahun), dijatuhi hukuman delapan tahun penjara oleh Mahkamah Agung Victoria, sementara suaminya, Kandasamy, (57 tahun), akan menghabiskan enam tahun di balik jeruji besi.Sang suami diberi hukuman lebih ringan karena pengadilan memutuskan dia berwatak lemah dan didominasi oleh istrinya.

BACA JUGA: India Laporkan Kematian Pertama Akibat Infeksi Virus Flu Burung 

Kandasamy Kannan akan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat dalam tiga tahun, sementara istrinya dapat mengajukan permohonan pembebasan awal setelah menjalani setengah masa hukumannya.

Pada April, pasangan itu dinyatakan bersalah karena memenjarakan seorang wanita berusia 66 tahun dari Tamil Nadu, India di rumah mereka. Pasangan itu hanya membayar wanita itu sebesar AUD3,36 atau sekira Rp35 ribu per hari.

Diwartakan RT, sang nenek telah melakukan perjalanan dari India ke Australia untuk tinggal di kediaman keluarga Kannan pada Juli 2007, meyakini bahwa dia telah disewa untuk merawat anak-anak pasangan itu. Namun, dia justri disekap sebagai budak dan disiksa karena tidak mematuhi perintah.

BACA JUGA: Presiden Venezuela Sebut Surat Vatikan Sebagai 'Ringkasan Kebencian'

Korban lanjut usia itu mengatakan kepada pengadilan bahwa pasangan Kannan pernah memukulinya dengan ayam beku, memaksanya bekerja hingga 23 jam sehari, dan akan menyiramkan air panas ke kepalanya jika dia tertidur tanpa izin.

Perbudakan itu berlangsung selama delapan tahun dan baru diketahui setelah dia membutuhkan perawatan medis darurat. Dia dirawat di rumah sakit pada Juli 2015, setelah ditemukan kekurangan gizi dengan diabetes yang tidak diobati dan beratnya hanya 40kg.

Pengacara untuk pasangan suami-istri terpidana berusaha untuk membantah karakterisasi korban dari perlakuannya. Mereka telah berusaha beberapa kali untuk menunda kasus selama enam tahun terakhir karena tiga anak Kannan adalah autis dan dianggap membutuhkan perawatan orang tua mereka.

Selama hukuman, Hakim John Champion mencaci-maki pasangan itu karena perilaku "tidak berbelas kasihan" dan "tidak berperasaan", mencatat bahwa mereka tampaknya tidak menunjukkan penyesalan atas "kejahatan terhadap kemanusiaan" mereka.

Haki Justice Champion mengatakan bahwa kasus mengerikan itu mungkin merupakan contoh pertama dari perbudakan yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga yang disidangkan di pengadilan Australia. Dia juga mengkritik layanan imigrasi Australia, dengan mengatakan bahwa pemerintah gagal dengan tidak menyelidiki setelah visa turis nenek India itu kadaluarsa.

Korban dipulangkan dari rumah sakit pada Oktober 2015 dan ditempatkan di panti jompo, di mana dia saat ini tinggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini