Usai Mencabuli, Ayah Ini Tutupi Kehamilan Anak Disuruh Ikat Perutnya

Ismail Sangaji, iNews · Sabtu 24 Juli 2021 03:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 340 2445190 usai-mencabuli-ayah-ini-tutupi-kehamilan-anak-disuruh-ikat-perutnya-xO4RNpy4FW.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TIDORE - Seorang ayah berinisial SA tega mencabuli anaknya yang masih duduk di bangku SMP (15) di Tidore Kepulauan. Kejadian ini pertama kali diketahui ibu kandung korban yang curiga dengan tubuh anaknya yang berubah, hingga diketahui anak gadisnya tengah hamil.

Mengejutkannya lagi, setelah korban yang merupakan anak di bawah umur ini mengaku dihamili ayah kandungnya sendiri. Perbuatan bejat lelaki ini pun selalu disertai dengan kekerasan fisik dan ancaman pembunuhan terhadap korban jika menolak dan berteriak.

Baca Juga: Cabuli Muridnya Sendiri, Guru Ngaji di Katingan Diciduk Polisi

Kejadian ini diungkapkan ibu korban, sebut saja Dewi pada Kamis, 22 Juli 2021 lalu. Dewi menuturkan, dirinya telah berpisah sejak 2019 lalu. Saat itu, korban bersama satu adiknya hidup bersama pelaku, karena permintaan dari pelaku sendiri. Saat itu, juga korban bersama adiknya dilarang untuk keluar rumah dan bergaul dengan teman sebayanya.

Sehari sebelum Lebaran Idul Adha 1442 Hijriah, korban bersama adiknya datang ke Dewi. Saat itu, Dewi memperhatikan fisik anaknya yang terlihat berbeda karena raut wajah anak perempuannya itu terlihat berbeda dari biasanya. Kecurigaan ini semakin menjadi, hingga kemudian meraba perut korban bagian bawah dan diketahui perut korban mengeras.

"Saya tanya kenapa pinggang diikat. Korban mengaku kalau itu perintah ayah (pelaku) supaya perutnya tidak membesar. Saya langsung menangis dan memberitahu kepada saudara saya dengan maksud saudara saya datang lihat kondisinya," tutur Dewi.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2020-2021, Kasus Pencabulan Paling Mendominasi di Fakfak Papua Barat

Selain memanggil saudaranya, Delima juga memberitahu salah seorang bidan kampung untuk segera melakukan pemeriksaan. Kemudian, korban saat diperiksa, ditemukan kondisi tubuh korban menunjukan tanda-tanda orang yang sedang hamil. Tak puas sampai di situ, mereka kemudian membeli alat tespek untuk memastikan kehamilan ini. Dua kali dilakukan tespek, hasilnya menunjukan positif hamil.

"Setelah diinterogasi, korban akhirnya mengaku ayah korban yang menghamili,” jelasnya.

Aksi bejat mantan suaminya itu kemudian dilaporkan ke Polres Tidore Kepulauan. Kasat Reskrim Polres Tidore Iptu Redha Astrian, menyatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami keterangan-keterangan pelaku. Berdasarkan keterangan pelaku bahwa perbuatan tersebut dilakukan pada 2020 akhir.

"Tapi kami mau mendalaminya lagi, seperti di September berapa kali melakukan dan Desember berapa kali melakukan," ucap Redha.

Saat ini, kata Redha, pelaku sudah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat (3) junto Pasal 76D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini