Survei: Pandemi Covid-19 dan Lockdown Bikin Berat Badan Naik 3 Kg

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 30 Juli 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 18 2448210 survei-pandemi-covid-19-dan-lockdown-bikin-berat-badan-naik-3-kg-YiKaW8LMiQ.jpg Pandemi Covid-19 membuat orang ingin selalu makan (Foto: Reuters)

INGGRIS - Hasil survei yang dilakukan badan kesehatan di Inggris, Public Health England (PHE) menyatakan lebih dari 40% orang dewasa mengalami kenaikan berat badan rata-rata tiga kilogram selama pandemi Covid-19.

Survei ini melibatkan 5.000 orang dan PHE mengatakan kombinasi lockdown (karantina wilayah) dan gangguan kebiasaan rutin harian menyebabkan warga sulit mempertahankan gaya hidup sehat, termasuk tidak bisa melakukan olahraga secara teratur.

Para peserta survei mengungkapkan berat badan mereka naik karena mengudap dan mengonsumsi makanan yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Mereka makan bukan karena lapar tapi agar merasa nyaman. PHE menyarankan warga untuk lebih aktif berolahraga untuk mengatasi persoalan ini.

(Baca juga: Tokyo Catat Rekor Lonjakan Infeksi Covid-19 Selama Olimpiade)

Secara khusus, lembaga ini mengeluarkan panduan dan layanan dukungan gratis bagi warga yang ingin mengurangi berat badan dalam 12 pekan.

Menurut PHE, penambahan berat badan sering kali disebabkan oleh proses gradual selama bertahun-tahun, akibat dari "kehidupan modern dan kebiasaan yang tidak sehat".

Efek dari bertambahnya berat badan antara lain adalah terbentuknya lemak di sekitar organ-organ penting, yang menyebabkan tubuh makin sulit memerangi penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan Covid-19.

(Baca juga: Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi Covid-19 Ancam Kemajuan Masa Depan)

Namun, perubahan kecil terhadap pola makan dan gaya hidup bisa membantu memangkas berat badan.

Penelitian belum lama ini oleh lembaga kajian keuangan di Inggris, Institute for Fiscal Studies -- yang menggunakan data jutaan pembelian makanan dan minuman nonalkohol -- menunjukkan peningkatan kalori dalam jumlah besar dari makanan takeaway (makanan yang dibeli dari restoran dan dinikmati di rumah).

"Enam belas bulan terakhir menyebabkan banyak perubahan terhadap kebiasaan kita, jadi tak mengherankan juga kalau banyak orang yang mengatakan berat badan mereka naik,” terang pakar gizi di lembaga PHE, Dr Alison Tedstone.

"Kami sadar, tak mudah mengurangi berat badan, jadi kami menyediakan pilihan layanan untuk membantu memotivasi warga untuk memiliki berat badan yang sehat," lanjutnya.

Dia mengatakan tak pernah ada kata terlambat untuk meningkatkan kondisi kesehatan.

Untuk mendorong orang-orang memiliki berat badan ideal, PHE bekerja sama dengan sejumlah perusahaan memberi potongan harga bagi warga yang ingin membeli produk makanan sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini