Pria Ini Dibebaskan Usai Mendekam di Penjara Selama 30 Tahun

Susi Susanti, Koran SI · Minggu 01 Agustus 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 18 2449145 pria-ini-dibebaskan-usai-mendekam-di-penjara-selama-30-tahun-2UolcUwaA8.jpg Pria ini dibebaskan usai mendekam di balik pejara selama lebih dari 30 tahun (Foto: CNN)

PHILADELPHIA - Seorang pria asal Philadelphia yang dihukum karena pembunuhan akhirnya bebas setelah menghabiskan lebih dari tiga dekade di balik jeruji besi.

"Saya merasa sangat gembira, bahagia, akhirnya, Anda tahu ... setelah 30 tahun atau lebih, setelah terus-menerus mengetuk pintu agar seseorang mendengarkan saya, hari itu akhirnya datang," terang Curtis Crosland, 60, kepada CNN. .

Dia sekarang telah kembali ke rumah bersaaa lima anaknya, tunangan dan 32 cucu. "Ini perasaan yang luar biasa untuk tetap menjadi ayah, diinginkan dan diinginkan, dan membuka tangan untuk menerima Anda, itu adalah bagian terbesar dari pembebasan, bahwa saya pulang ke keluarga yang penuh kasih yang menginginkan dan membutuhkan saya," lanjutnya.

Keyakinan Crosland - berdasarkan kesaksian dari dua saksi yang kemudian menarik kembali pernyataan yang mereka buat yang melibatkan dia dalam kasus tersebut - dibatalkan pada Juni lalu.

Menurut rilis berita dari CIU, pembebasannya dilakukan setelah berbulan-bulan bekerja oleh Unit Integritas Keyakinan Philadelphia, yang didirikan pada 2018 oleh kantor Jaksa Distrik Philadelphia Larry Krasner. Unit ini dibentuk untuk menyelidiki klaim tidak bersalah dan keyakinan yang salah. Crosland's adalah pembebasan ke-22 di mana unit tersebut terlibat.

(Baca juga: Unik, Bayi Penyu Miliki 2 Kepala)

Crosland dinyatakan bersalah pada 1991 atas pembunuhan tingkat dua, perampokan, dan kepemilikan alat kejahatan dalam pembunuhan seorang pemilik toko Philadelphia pada 1984.

Menurut gugatan itu, dokumen yang bisa membantu membebaskannya ada di arsip di Departemen Kepolisian Philadelphia dan Kantor Kejaksaan Distrik Philadelphia sejak awal kasus.

Dokumen tersebut berisi informasi yang meresahkan mengenai kredibilitas dua saksi kunci serta catatan polisi yang menunjuk tersangka lain.

(Baca juga: Israel Tuduh Iran Atas Serangan Kapal Tanker Minyak yang Mematikan)

Tetapi informasi itu disembunyikan dan tidak ada bukti lain yang menghubungkan Crosland dengan kejahatan itu.

Crosland bekerja sebagai asisten terapis fisik dan pada tahun 1987 bersiap untuk kuliah dengan harapan menjadi terapis fisik sendiri.

"Saya mendapat ketukan di pintu saya (dari polisi), saya ingat memberi tahu istri dan anak saya 'Saya akan kembali,' karena saya tidak melakukan apa-apa. Saya tidak pernah kembali. Saya tidak pernah tahu apa yang saya lakukan, sampai mereka memberi tahu saya apa yang dituduhkan kepada saya. Ini seperti penculikan," urainya,

Menurut pengacaranya, Claudia Flores, kejahatan itu tidak terpecahkan selama bertahun-tahun dan Crosland tidak menjadi tersangka sampai 1987.

Seperti diketahui, Il Man "Tony" Heo, seorang pemilik toko kelontong dan toko deli Philadelphia, dibunuh oleh seorang penembak bertopeng pada tahun 1984. Menurut putra Heo Song Il "Charles" Heo, Heo ditembak hanya beberapa menit sebelum dia akan menutup tokonya pada malam itu.

"Dia pria yang sangat menyenangkan, humoris, positif, tersenyum, suka bercanda," kata putra Heo. Heo mengatakan ayahnya sangat disukai di masyarakat dan memiliki reputasi membantu orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini