Wanita Ini Mengemudi Mobil Selama Setahun Membawa Mayat 2 Keponakan

Susi Susanti, Koran SI · Minggu 01 Agustus 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 18 2449195 wanita-ini-mengemudi-mobil-selama-setahun-membawa-mayat-2-keponakan-lqhRHFQsmf.jpg Wanita ini membawa mayat dua keponakan di dalam mobilnya selama setahun (Foto: Baltimore County Police Departement)

BALTIMORE - Selama sekitar satu tahun, seorang wanita Baltimore diduga mengendarai mobil dengan rahasia yang mengerikan. Yakni membawa 2 mayat keponakannya yang berusia 7 tahun yang disimpan dalam koper di bagasi. Kemudian pada Mei lalu dia diduga memecahkan tutup bagasi untuk membuang tubuh keponakannya yang berusia 5 tahun di sampingnya.

Tidak sampai berbulan-bulan kemudian polisi menemukan mayat dua saudara kandung yang membusuk Joshlyn Marie James Johnson dan Larry Darnell O'Neal.

Polisi County Baltimore mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (29/7) malam bahwa mereka berduka atas penemuan mayat anak-anak yang akhirnya menarik Nicole Johnson yang berusia 33 tahun di sebuah pemberhentian lalu lintas pada Rabu (28/7) malam.

WBAL melaporkan polisi mengatakan saudara laki-laki dan perempuan itu, dengan berat masing-masing hanya 21 dan 18 pon, kemungkinan mengalami kekurangan gizi sebelum mereka mati.

Tubuh mereka yang rapuh dibawa ke Kantor Kepala Pemeriksa Medis untuk menentukan penyebab kematian. Johnson didakwa pada Jumat (30/7) sehubungan dengan pengabaian dan pelecehan yang menyebabkan kematian.

(Baca juga: Warga yang Sudah Divaksin Kehilangan Kesabaran terhadap Mereka yang Tolak Vaksin)

"Ini benar-benar insiden yang menghancurkan," kata Kepala Melissa Hyatt pada Jumat (30/7) sore. Dia menambahkan bahwa itu mengejutkan masyarakat dan berdampak signifikan pada petugas patroli, teknisi forensik, dan detektif di daerah itu.

Dalam pengisian dokumen yang diperoleh outlet lokal, polisi menuduh Johnson mengatakan kepada detektif bahwa saudara perempuannya, Dachelle Johnson, telah memintanya untuk menjaga anak-anak pada tahun 2019 ketika dia tidak dapat merawat mereka.

(Baca juga: Pria Ini Dibebaskan Usai Mendekam di Penjara Selama 30 Tahun)

Dokumen-dokumen tersebut menuduh Johnson mengatakan bahwa dia menjadi marah pada Joshlyn lebih dari setahun yang lalu, memukul keponakannya beberapa kali, mengakibatkan gadis itu memukul kepalanya. Johnson diduga memberi tahu polisi bahwa dia memasukkan tubuh keponakannya ke dalam koper di mobilnya pada Mei 2020, dan mayat tetap ada sejak saat itu.

Dia diduga memberi tahu polisi bahwa tubuh Larry dimasukkan ke dalam tas bersama Joshlyn setahun kemudian, tanpa memberikan rincian tentang bagaimana atau kapan dia meninggal.

Johnson didakwa dengan berbagai tuduhan pengabaian dan pelecehan anak, serta gagal melaporkan kematian kepada pihak berwenang dan pembuangan tubuh mereka secara tidak sah.

Menurut pernyataan yang diperoleh Baltimore Sun, Johnson awalnya dijadwalkan muncul di pengadilan setelah polisi melihat tag yang tidak sah dan pendaftaran di mobilnya, dan menemukan dia telah mengemudi tanpa lisensi.

Seorang petugas mengatakan kepada Johnson jika mobil itu akan diderek.

"Tidak masalah, saya tidak akan berada di sini dalam lima hari,” ujar Johnson mengatakan kepada petugas, seperti dikutip The Sun.

"Kalian semua akan melihat saya di berita membuat debut besar saya," terangnya.

Menurut dokumen polisi, petugas mencium bau mayat yang membusuk saat menyiapkan mobil untuk diderek.

Johnson berusaha melarikan diri dari tempat kejadian ketika petugas membuka bagasi dan menemukan mayat pertama di dalam koper sebelum menemukan yang kedua di dalam kantong plastik.

The Sun melaporkan Johnson kemudian ditahan. Dokumen polisi mengatakan Dachelle telah berulang kali mencoba menghubungi saudara perempuannya setelah meninggalkan putra dan putrinya dalam perawatan bibi mereka pada 2019, tetapi tidak berhasil menemukan mereka sampai dia diberitahu tentang kematian mereka.

Polisi Baltimore masih menyisir rincian kasus untuk menentukan apa yang menyebabkan anak-anak itu berakhir di bagasi bibi mereka.

"Karena sifat kasus ini, perlu waktu untuk menentukan keadaan pasti yang menyebabkan kematian anak-anak itu," kata penegak hukum Baltimore, pada Jumat (30/7).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini