Diduga Cabuli Siswa, Oknum Kepala Sekolah di Kapuas Ditangkap

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 04 Agustus 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 340 2450764 diduga-cabuli-siswa-oknum-kepala-sekolah-di-kapuas-ditangkap-4InYISWZIV.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Polisi menangkap Kepala Sekolah berinisial IGP (45) yang diduga mencabuli siswa sekolah dasar (SD) di Kapuas, Kalimantan Tengah pada Mei 2021 lalu.

Dalam peristiwa ini, diduga ada empat korban yang dicabuli oleh tersangka di ruang kerjanya. Mereka masing-masing baru berusia 11-13 tahun.

"Penangkapan dilakukan pada Jumat tanggal 30 Juli 2021 sekitar jam 10.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Kristanto Situmeang saat dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga:  Modus Ajak Jalan-jalan, Pemuda Bejat Berotak Mesum di Buton Selatan Cabuli 19 Bocah

Menurut Kristianto, peristiwa itu bermula ketika, Jumat 21 Mei lalu, ketika itu, IGP sebagai seorang pimpinan di sekolah memanggil korban ke ruangannya untuk alasan perbaikan nilai ujian.

Lantas, korban yang telah berkumpul di sekolah swasta itu kemudian diminta untuk masuk ke ruangannya satu per satu. Saat tiba di ruangan, korban diminta pelaku menonton video porno.

"Di dalam ruangan kepala sekolah tersebut, korban disuruh terlapor menonton film dewasa, namun korban tidak mau," ujar Kristanto.

Namun demikian, IGP malah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan menyentuh dan meraba alat kelamin korban.

Baca Juga:  Kecanduan Video Porno, Ayah Tega Cabuli Putrinya

Para korban lain bergantian masuk ke ruangan kepala sekolah itu dan diperlakukan hal yang sama. Mereka diancam oleh IGP yang memiliki kekuasaan di sekolah tersebut.

"Korban diancam oleh terlapor jangan cerita dengan orangtua, dan apabila cerita dengan orang tua maka tidak dikasih lulus serta ditahan ijazahnya," ucap Kristanto.

Korban pada akhirnya memberanikan diri untuk mencertakan kejadian tersebut dan dibuatkan laporan polisi ke Polres Kapuas. Kristanto mengatakan, turut menyita beberapa barang bukti dari penangkapan IGP, seperti laptop, flashdisk, dan meteran pita jahit.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini