Pesawat Israel Serang Situs Peluncuran Roket di Lebanon

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 06 Agustus 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 18 2451872 pesawat-israel-serang-situs-peluncuran-roket-di-lebanon-F8XwLHuHGd.jpg Israel serangan udara ke situs peluncuran roket di Lebanon (Foto: Reuters)

LEBANONIsrael meluncurkan serangan udara pada Kamis (5/8) pagi. Serangan ini dilakukan setelah sebelumnya Israel menanggapi serangan Lebanon dengan beberapa tembakan artileri pada Rabu (4/8).

“Jet tempur (Militer) menyerang situs peluncuran dan infrastruktur yang digunakan untuk teror di Lebanon dari mana roket diluncurkan,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Militer juga menyerang daerah yang pernah melihat peluncuran roket di masa lalu.

“Ini adalah serangan yang dimaksudkan untuk mengirim pesan … Jelas kami dapat melakukan lebih banyak lagi, dan kami berharap kami tidak akan sampai pada hal itu,” terang Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz kepada YNet TV Israel.

Gantz mengatakan dia yakin faksi Palestina telah meluncurkan roket. Faksi kecil Palestina di Lebanon telah menembaki Israel secara sporadis di masa lalu.

(Baca juga: Heboh! Nelayan Tangkap Ikan Bergigi Mirip Manusia, Seperti Pakai Gigi Palsu)

TV Al-Manar Hizbullah mengatakan bahwa pesawat tempur Israel telah melakukan dua serangan di pinggiran kota Mahmudiya di Lebanon, sekitar 12 km (7,5 mil) dari perbatasan Israel. Tidak ada laporan korban jiwa.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan serangan udara Israel adalah yang pertama menargetkan desa-desa Lebanon sejak 2006 dan menunjukkan peningkatan "niat agresif" terhadap negaranya.

Aoun juga mengatakan dalam sebuah tweet bahwa serangan itu merupakan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas Lebanon selatan dan melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

(Baca juga: Peringatan Bom Atom Hiroshima, Dubes RI untuk Jepang Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Dunia)

Roket-roket yang diluncurkan dari Lebanon pada Rabu (4/8) menghantam daerah terbuka di Israel utara, menyebabkan kebakaran di sepanjang perbatasan berbukit. Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang datang dari wilayah selatan Libanon di bawah kekuasaan gerilyawan Hizbullah yang didukung Iran.

Perbatasan itu sebagian besar sepi sejak Israel berperang tahun 2006 melawan Hizbullah, yang memiliki roket canggih. Pesawat Israel menyerang pos Hizbullah di daerah perbatasan musim panas lalu. Israel mengatakan pesawatnya terakhir menyerang di Lebanon pada 2014, meskipun TV Al-Manar melaporkan satu serangan serupa pada 2015.

Tembakan lintas perbatasan minggu ini terjadi setelah dugaan serangan pesawat tak berawak Kamis pekan lalu di sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman. Israel, Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyalahkan Iran atas insiden ini. Dua anggota awak, seorang Inggris dan Rumania, tewas. Namun Iran telah membantah terlibat.

AS dan Inggris mengatakan pada Minggu (1/8) jika mereka akan bekerja dengan sekutu mereka untuk menanggapi serangan itu. Israel mengatakan pihaknya tetap membuka opsi untuk bertindak sendiri jika perlu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini