Tak hanya tantangan itu yang dihadapi prajurit TNI AU, setibanya di Bandara Kabul, Afghanistan, alat pemandu pendaratan di bandara tak dapat beroperasi dengan baik. Menurutnya, lampu pendaratan pun diketahui tidak berfungsi.
"Namun saya kira dengan keterampilan kegiatan pendaratan bisa berjalan dengan aman ya," katanya.
Dia menyebut, rencana evakuasi mundur dari waktu yang sudah ditentukan yakni selama 2 jam lantaran permasalahan administrasi. Menurutnya, sesuai dengan rencana, proses evakuasi ditargetkan selesai dalam waktu 30 menit saja.
"Ini bisa diatasi, dan tetep berlangsung dengan aman. Sehingga pesawat bisa kembali ke islamabad dengan selamat, kemudian bisa kembali ke Jakarta," tuturnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.