KARACHI - Kebakaran pabrik bahan kimia di kota terbesar sekaligus pusat bisnis Pakistan, Karachi, pada Jumat (27/8/2021) menewaskan setidaknya 16 orang, menimbulkan pertanyaan soal keamanan industri di negara yang kerap menghadapi insiden serupa.
Kebakaran terjadi di pabrik bahan kimia di wilayah timur Karachi, dan sebagian besar jendela pabrik ditutup, kata petugas pemadam kebakaran dan polisi.
BACA JUGA: Kisah Perempuan India yang Dievakuasi dari Kabul: Ketakutan, Kekacauan, dan Taliban
Banyak buruh pabrik yang tewas setelah terjebak di lantai dua, sementara api membakar lantai dasar pabrik tiga lantai tersebut.
"Setidaknya16 orang tewas dalam kebakaran," kata wakil inspektur jenderal wilayah timur Karachi, Saqib Ismail Memon, kepada Reuters.
Tayangan stasiun TV swasta memperlihatkan asap tebal mengepul dari lantai atas pabrik.
"Pabrik hanya memiliki satu titik masuk, yang juga difungsikan sebagai pintu keluar, dan pintu keluar dari atap (bangunan) ditutup, yang semakin mempersulit upaya penyelamatan," kata kepala dinas kebakaran Mubeen Ahmed kepada stasiun TV swasta Geo.
BACA JUGA: Korban Tewas Ledakan Gudang Amunisi Kazakhstan Bertambah Jadi 9 Orang
Pada September 2012 lalu, lebih dari 260 pekerja terbakar hidup-hidup saat sebuah pabrik garmen dilalap si jago merah, yang menjadikannya kebakaran industri paling mematikan sepanjang sejarah Pakistan.
Kebakaran dan kecelakaan kerap terjadi di pabrik-pabrik Asia Selatan lantaran banyak yang beroperasi secara ilegal dan tidak memiliki langkah-langkah keamanan kebakaran yang tepat.
(Rahman Asmardika)