WASHINGTON – Kelompok pecinta hewan mengutuk pemerintah Amerika Serikat (AS) karena meninggalkan sejumlah hewan penolong militer setelah menarik diri dari Kabul, Afghanistan. Rekaman di media sosial menunjukkan anjing-anjing tersebut berada di dalam kandang dan berkeliaran di sekitar bandara.
"Saya hancur oleh laporan bahwa pemerintah Amerika menarik diri dari Kabul dan meninggalkan anjing pekerja kontrak militer AS yang berani untuk disiksa dan dibunuh di tangan musuh kita," kata Presiden dan CEO American Humane Society Robert Ganzert dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir RT, Senin (30/8/2021).
BACA JUGA: Tarik Pasukan AS dari Afghanistan, Biden: Perang Telah Berakhir
“Anjing-anjing pemberani ini melakukan pekerjaan berbahaya dan menyelamatkan nyawa yang sama seperti anjing pekerja militer kita, dan pantas mendapatkan nasib yang jauh lebih baik daripada yang telah mereka kutuk,” lanjutnya.
Foto dan video yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir menunjukkan anjing-anjing itu dikurung di kandang di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul setelah pawang mereka meninggalkan negara itu.
Sementara militer AS mendapat kritik karena memberikan kursi anjing militernya sendiri pada penerbangan evakuasi, anjing-anjing itu dianggap sebagai perwira yang tidak ditugaskan oleh militer, dan mengungguli pangkat penangan mereka. Anjing pekerja kontrak tidak menikmati kemewahan seperti itu.
Anjing dianggap najis oleh Taliban, dan kekhawatiran Ganzert tentang potensi penganiayaan telah didukung oleh aktivis hewan lainnya di Afghanistan.
BACA JUGA: Apa yang Ditinggalkan Pasukan AS di Afghanistan? 73 Pesawat hingga 100 Kendaraan Tempur
Mantan personel Marinir Inggris, Pen Farthing berhasil mengevakuasi 150 anjing dan kucing dari tempat penampungan hewannya di Kabul selama akhir pekan. Farthing mengatakan bahwa Taliban menikam salah satu anjingnya dalam perjalanan melalui pos pemeriksaan keamanan ke bandara, dan menembak dua anjing yang ditinggalkannya bersama seorang teman.
Juru Bicara Pentagon, John Kirby pada Selasa (31/8/2021) bersikeras bahwa militer AS tidak meninggalkan anjing-anjing mereka di dalam kandang, termasuk anjing pekerja seperti yang dilaporkan.