Tim Gabungan Tangani Banjir dan Longsor di Mamasa yang Merusak 127 Rumah

Tim Okezone, Okezone · Senin 06 September 2021 22:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 340 2467146 tim-gabungan-tangani-banjir-dan-longsor-di-mamasa-yang-merusak-127-rumah-g7hAnUS7g2.jpg Banjir dan longsor terjang rumah penduduk Mamasa (Foto : BNPB)

JAKARTA – Tim gabungan bekerjasama untuk menangani banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tim gabungan ini terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, TNI-POLRI, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Tagana, Tim Jituratnata dan masyarakat.

Banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Burana pada Sabtu 4 September 2021, pukul 16.00 Wita, berdampak di dua desa. Daerah yang mengalami dampak kejadian ini yakni Desa Burana dan Desa Pangandaran yang terletak di Kecamatan Tabulahan.

BPBD Kabupaten Mamasa melaporkan terdapat kerugian materil sebanyak 127 unit rumah rusak, perkebunan atau sawah masyarakat hancur dan sejumlah hewan ternak hanyut terbawa arus banjir. Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan 2 unit jembatan rusak serta akses jalan ke lokasi sempat terputus akibat tertutup longsor.

Kondisi saat ini dilaporkan bahwa banjir sudah surut, para warga sudah kembali ke rumah untuk menyelamatkan harta benda yang sempat hanyut.

Baca Juga : Kasatpol PP DKI Sambangi Kafe Holywings, Ada Apa?

Adapun kendala yang dialami tim gabungan dilapangan yakni jaringan listrik yang padam sehingga jaringan telekomunikasi juga terganggu, sehingga terhambat dalam melakukan koordinasi. Selain itu, distribusi logistik penanganan darurat juga sempat terkendala akibat akses jalan yang sempat putus akibat tertutup longsor.

Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat pasca banjir dan tanah longsor dengan mendirikan posko pengungsian di Desa Burana dan Desa Pangandaran guna mengantisipasi adanya potensi banjir susulan.

Berdasarkan prakiraaan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tiga hari ke depan hingga Kamis (9/9), wilayah Kabupaten Mamasa berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, Prakiraan awal musim hujan pada tahun ini, wilayah Sulawesi Barat diprediksi memasukinya pada bulan September hingga November 2021. Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Mamasa memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini