Patroli di Laut Natuna, Pangkoarmada I Tepis Isu Ribuan Kapal Asing Masuk Perairan RI

Alfie Al Rasyid, iNews · Jum'at 17 September 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 340 2472883 patroli-di-laut-natuna-pangkoarmada-i-tepis-isu-ribuan-kapal-asing-masuk-perairan-ri-Ah1eOmwWBy.jpg Pangkoarmada I Laksamana Muda Arsyad Abdullah (Foto: Alfie Al Rasyid)

NATUNA - Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melakukan patroli udara untuk meninjau secara langsung situasi Laut Natuna Utara. Dalam patroli udara tersebut tidak menemukan kapal asing melakukan aktivitas di Laut Natuna Utara atau di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Peninjauan ini berkaitan dengan kabar ribuan kapal asing yang berada di Laut Natuna Utara. Dengan menggunakan pesawat skuadron udara 600 TNI AL, Pangkoarmada I melihat secara langsung situasi di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Kasal: Pemuda Harus Mampu Berjuang dengan Seluruh Elemen!

Saat peninjauan atau patroli dari udara di Laut Natuna Utara ditemukan KRI Bontang, KRI Teuku Umar dan KRI Silas Papare yang sedang menjaga kedaulatan Indonesia, Kapal KRI tersebut patroli di laut batas landas kontinen.

Tidak ada kapal asing yang melakukan aktivitas atau mengambil sumber daya alam di Laut Natuna Utara. Namun, beberapa waktu lalu ada satu kapal perang China yang melintas dan berhasil diusir atau shadowing ke ZEE. Kapal perang tersebut diusir atau shadowing menggunakan KRI Rigel.

Pangkoarmada I juga berkomunikasi dengan kapal KRI Bontang dan KRI Teuku Umar saat patroli udara. ZEE sendiri merupakan wilayah perairan internasional yang juga hak lintas damai bagi setiap negara yang akan melintasi di perairan tersebut. ZEE adalah hak berdaulat negara Indonesia, bukan kedaulatan. Kapal asing yang mau mengambil sumber daya alam di wilayah zee harus mendapatkan izin dari Indonesia.

Sedikitnya ada 5 kapal KRI yang selalu berpatroli di Laut Natuna Utara tiap 24 jam. Tujuannya untuk mengamankan dan memastikan agar kapal asing tidak melakukan aktivitas di laut teritorial Indonesia.

"Isu ribuan kapal di Laut Natuna Utara menurut saya itu tidak berdasar, kita lihat sendiri hanya ada beberapa kapal lintas damai, jadi itu hanya satu statemen kurang tepat, dan saya juga akan mempertanyakan sumbernya dari mana, dan pembuktiannya oleh apa, sehingga ada isu-isu ribuan kapal," ujar Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Kapal Perang China Dikabarkan Wara-wiri, TNI AL Siagakan KRI di Laut Natuna

Terkait Kapal Induk Amerika yang melintas di Laut Natuna Utara, kapal KRI selalu melakukan shadowing atau pengusiran hingga batas ZEE.

Sebelumnya, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah juga melihat kapal KRI Silas Papare di Natuna. Kapal ini akan berpatroli di Laut Natuna Utara. Saat ini, kapal KRI Silas Papare berada di wilayah ZEE atau batas landas kontinen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini