RSUD Ambarawa Terdampak Guncangan Gempa, BPBD Semarang Bangun Tenda Darurat untuk Pasien

Tim Okezone, Okezone · Minggu 24 Oktober 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 512 2490848 rsud-ambarawa-terdampak-guncangan-gempa-bpbd-semarang-bangun-tenda-darurat-untuk-pasien-qZ4YQNAR3D.jpeg BPBD Semarang mendirikan tenda darurat untuk pasien di RSUD Ambarawa pascagempa. (Foto : BNPB)

JAKARTAGempa dengan magnitudo M3,0 dirasakan warga di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), termasuk pasien yang dirawat di RSUD Ambarawa. Mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD Kabupaten Semarang mendirikan tenda darurat untuk pasien di rumah sakit tersebut.

"BPBD Semarang mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Ambarawa. Pantauan sementara pada bangunan tersebut, terdapat retakan pada bagian gedung," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran pers yang diterima, Minggu (24/10/2021).

BPBD menginformasikan pasien yang berada di lantai dua dan tiga merasakan guncangan gempa yang terjadi pada Sabtu dini hari (23/10/2021), pukul 00.32 WIB. Tenda darurat ini merupakan tenda transit sebelum mereka dipindahkan sementara ke RS Ungaran.

Pada wilayah lain di Provinsi Jateng, yaitu di Kota Semarang dan Kota Salatiga, pemerintah daerah setempat melakukan pemantauan di lapangan pascagaempa. Informasi sementara dari wilayah tersebut, sejumlah mengungsi sementara di sekitar rumah mereka.

Pusdalops BNPB menerima informasi, warga yang berada di kedua wilayah Jateng itu merasakan guncangan lemah saat gempa magnitudo (M)3,0 terjadi tengah malam.

Baca Juga : Gempa Bumi M3,0 Guncang Kota Salatiga, Terasa hingga Ambarawa

BPBD Kota Semarang menginformasikan warganya merasakan guncangan lemah dengan durasi 2 hingga 4 detik, sedangkan Dinas Satpol PP Kota Salatiga mencatat guncangan berlangsung 1 hingga 2 detik. Parameter gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa terjadi pada Sabtu (23/10), pukul 00.32 WIB. Pusat gempa berada pada 13 km barat laut Kota Salatiga dengan kedalaman 6 km.

BMKG mengidentifikasi kekuatan gempa pada dini hari tersebut, yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI, berada pada I – II MMI di wilayah Ambarawa, Jawa Tengah.

Pascagempa tersebut, Pusdalops BNPB telah melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak maupun BPBD Provinsi Jateng. Informasi terdampak akan disampaikan selanjutnya setelah mendapatkan data ataupun informasi yang terkonfirmasi dari pemerintah daerah setempat.

Rangkaian gempa dangkal terpantau 24 kali sejak gempa pertama pada pukul 00.32 WIB, Sabtu (23/10). Gempa susulan terjadi sekali, yaitu pada pukul Pusdalops BNPB mencatat sejumlah gempa dengan magnitudo kurang dari M5,0 terjadi sejak Sabtu pagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini