Share

Gempa M6,2 Guncang Bolaanguki Sulut, Ini Penjelasan BMKG

Subhan Sabu, Okezone · Sabtu 06 November 2021 22:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 340 2497809 gempa-m6-2-guncang-bolaanguki-sulut-ini-penjelasan-bmkg-g0PT2ipaXv.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MANADO - Gempa Magnitudo (M) 6,2 mengguncang Bolaanguki, Sulawesi Utara, Sabtu (6/11/2021), pukul 21:37 WIB.

Berdasarkan keterangan BMKG, gempa berlangsung di wilayah Teluk Tomini merupakan gempa tektonik. Hasil analisis dan pemutakhiran data BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan M6,0.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko mengatakan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,13° LS dan 124,39° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 km arah Tenggara Kota Bolaanguki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara pada kedalaman 44 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi," kata Mengko, Sabtu (6/11/2021).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault). Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur dengan skala IV-V MMI, Kotamobagu III-IV MMI, Bolaang Mongondow, Talibu, Gorontalo dan Bitung skala III MMI, Tomohon dan Manado II-III MMI.

Baca juga: Gempa M6,2 Bolaanguki Terasa hingga ke Manado dan Tomohon

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tutur Mengko.

Baca juga: Gempa M6,2 Guncang Sulut, BPBD Belum Terima Laporan Soal Kerusakan

Hingga hari Sabtu, 06 November 2021 pukul 23.05 WITA hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak satu kali gempa, dengan Magnitudo M=3,7.

Kepada masyarakat Mengko mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

Baca juga: Gempa M6,2 Bolaanguki Sulut Tak Berpotensi Tsunami

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini