Share

Wanita Ini Curhat Karena Dianggap Terlalu Cantik untuk Jadi Mandor Bangunan

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 08 November 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 18 2498623 wanita-ini-curhat-karena-dianggap-terlalu-cantik-untuk-jadi-mandor-bangunan-YgUtwzg5Us.jpg Autumn Westfall. (Foto: aawestfall/TikTok)

MICHIGAN - Seorang wanita di Michigan, Amerika Serikat (AS) menceritakan pengalamannya dipandang enteng dalam menjalankan profesinya sebagai tukang bangunan hanya karena memiliki wajah yang cantik. Autumn Westfall berbicara tentang pengalaman tak biasanya bekerja di bidang yang didominasi pria.

Dalam video yang diunggah di akun Tiktoknya @aawestfall, Westfall merespon video wanita lainnya yang membahas mengenai hak istimewa yang dimiliki wanita dengan paras yang menawan atau “pretty privilege”.

BACA JUGA: Sudah Tidak Digaji, Perempuan Ini Diminta Mengundurkan Diri karena Dianggap Terlalu Cantik

Dia mengakui bahwa "pretty privilege" masih ada di masyarakat dan menurutnya ini adalah hal yang kurang baik. Namun, bagi Westfall “hak istimewa” ini justru merugikan dirinya.

Dalam videonya yang telah ditonton hingga ratusan ribu kali, gadis berambut pirang itu menceritakan pengalamannya yang tidak terlalu menyenangkan karena kelebihan fisiknya. Bekerja sebagai mandor konstruksi komersial di lingkungan yang didominasi oleh pekerja laki-laki Westfall justru mengalami diskriminasi dari bawahannya.

BACA JUGA: Festival Musik di Texas Penuh Sesak, 8 Orang Tewas

"Sampai Anda, sebagai seorang wanita dalam posisi kekuasaan melangkah ke industri yang didominasi laki-laki, maka kemungkinan besar Anda tetap akan diminta membawa nampan berisi kopi dan makanan ringan," kata Westfall, yang banyak bekerja di lokasi proyek bangunan, sebagaimana dilansir The Sun.

Tidak hanya itu, bahkan dia juga seringkali mendapati surelnya tidak direspons, banyak pula yang tidak mengikutsertakannya karena dianggap tidak cocok antara parasnya yang menawan dengan pekerjaan yang dipilih sebagai mandor. Sebaliknya, orang menganggap dirinya di sana hanya untuk "melayani" pekerja laki-laki yang ada di sana.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pengalaman Westfall menjadi contoh dimana “pretty privilege” merupakan sesuatu yang tidak menguntungkan. Berdasarkan pengalamannya ini, menurutnya yang paling penting adalah rasa hormat, bukan hanya sekedar seberapa menarik penampilan seseorang.

Kisahnya ini pun disukai oleh puluhan ribu orang dengan ribuan komentar.

Beberapa orang setuju dengan dirinya mengenai makna dari "pretty privilege" ini, dengan mengatakan "Sikap itu adalah misogoni, dan bukan “pretty privilege".

"Ya, terima kasih telah menyuarakan apa yang saya rasakan sebagai wanita! Ketika saya menggunakan riasan wajah dan menunjukkan diri saya yang lebih feminin, saya malah menjadi bahan pembicaraan dan diabaikan," kata yang lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini