Raja Faisal bin Abdul Aziz, Penguasa Pembela Palestina yang Tewas Ditembak Keponakannya Sendiri

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 23 November 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506062 raja-faisal-bin-abdul-aziz-penguasa-pembela-palestina-yang-tewas-ditembak-keponakannya-sendiri-ZLFMVi9b7O.jpg Raja Faisal bin Abdul Aziz. (Foto: Wikipedia/Saudi Press Agency)

RIYADH – Raja ketiga Arab Saudi, Faisal bin Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Saud dikenal sebagai seorang penguasa yang tegas membela Palestina. Namun, hidupnya berakhir tragis di tangan keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid.

Raja Faisal adalah putra dari pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz. Dia memerintah Arab Saudi pada 1964 setelah sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri. Raja Faisal juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk PBB.

BACA JUGA: Raja Faisal, Pemimpin Arab yang Terbunuh oleh Keponakannya Sendiri

Beliau dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara, tetapi memiliki kemampuan dalam memimpin negara.

Semasa pemerintahannya Raja Faisal memiliki pengaruh besar sebagi tokoh yang mereformasi pendidikan dan menghapus perbudakan di Arab Saudi, menjadikan Kerajaan yang dipimpinnya lebih maju dan modern. Dia juga terjun dalam kampanye militer pada 1920 dan 1930-an, yang membatu modernisasi Arab Saudi, demikian dilansir dari history.com.

Sementara di ranah kebijakan luar negeri, Raja Faisal adalah seorang pendukung perjuangan Bangsa Palestina.

Dia dengan tegas menolak dukungan terhadap Amerika Serikat (AS) terkait keputusan Negeri Paman Sam yang membela Israel dalam penjajahan di wilayah Palestina.

Dukungan bagi Palestina dan perlawanan terhadap Israel ini juga yang mendorong Raja Faisal juga memberlakukan boikot suplai minyak pada negara-negara barat pada 1973. Dampak boikot itu begitu dahsyat sehingga menyebabkan krisis minyak dunia.

Namun, 46 tahun lalu, tepatnya pada 25 Maret 1975, Raja Faisal tewas di tangan Pangeran Faisal bin Mussaid, yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.

BACA JUGA: Alkisah Perjumpaan Raja Faisal dan Presiden Soeharto

Di hari nahas itu, Raja Faisal menghadiri pertemuan bilateral dengan delegasi Kuwait ketika dia melihat sang keponakan memasuki ruang pertemuan.

Setelah rapat usai, Sang Raja mendekati Pangeran Faisal bin Musaid untuk menciumnya, sesuai tradisi keluarga. Namun, tak disangka, sang keponakan mengeluarkan pistol dan melepaskan tiga tembakan ke arah Raja Faisal.

Dua peluru bersarang di kepala Sang Raja, sementara tembakan ketiga meleset. Ahmed bin Abdul Wahab, orang yang menemani Raja Faisal, langsung menyerang Faisal bin Musaid dan menangkapnya.

Raja Faisal langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Pada 25 Maret 1975, sekira pukul 14.00 Raja Faisal meninggal dunia.

Hingga kini apa yang memicu insiden itu masih menjadi misteri.

Ada yang menyebut Pangeran Faisal menderita gangguan jiwa, meski kemudian dia dinyatakan sehat secara mental untuk diadili. Ada juga yang menduga Sang Pangeran merupakan agen dinas intelijen Israel, Mossad dan dinas intelijen AS, CIA, namun motif pasti dari pembunuhan itu masih belum jelas.

Pangeran Faisal bin Musaid diadili dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan Raja Faisal pada 18 Juni 1975. Dia kemudian dieksekusi dengan cara dipancung menggunakan pedang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini