Perubahan Iklim Sebabkan 'Perceraian' pada Pasangan Elang Laut

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 November 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 18 2507246 perubahan-iklim-sebabkan-perceraian-pada-pasangan-elang-laut-MIILUxiTZR.jpg Foto: Francesco Ventura/BBC.

LONDON – Sebuah studi yang dipublikasikan baru-baru ini menunjukkan bahwa burung albatros, atau elang laut, salah satu hewan yang dikenal setia dengan pasangannya, semakin banyak “bercerai”. Para peneliti menduga fenomena ini dipicu oleh perubahan iklim.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society mengamati 15.500 pasangan kawin albatros di Kepulauan Falkland selama 15 tahun.

BACA JUGA: Buktikan Dampak Perubahan Iklim, Menlu Tuvalu Pidato sambil Berdiri di Laut

Perceraian elang laut pada dasarnya hanya 'perselingkuhan' dalam istilah manusia. Ini terjadi ketika salah satu burung dari pasangan itu berpasangan dengan burung yang lain.

Seperti manusia, elang laut juga memiliki fase pertumbuhan yang canggung, mencoba untuk mencari cara terbaik untuk menjalin hubungan. Tetapi pada akhirnya, ketika mereka menemukan pasangan yang cocok, mereka biasanya tetap bersama seumur hidup.

Hanya 1% elang laut yang berpisah setelah memilih pasangan hidup mereka, jauh lebih rendah daripada tingkat perceraian manusia.

"Monogami dan ikatan jangka panjang sangat umum bagi mereka," kata Francesco Ventura, peneliti di University of Lisbon dan rekan dalam penulisan studi tersebut, sebagaimana dilansir BBC.

Tetapi pada tahun-tahun yang dicakup oleh penelitian tersebut dengan suhu air yang lebih hangat, hingga 8% pasangan albatros berpisah.

'Perceraian yang didorong oleh lingkungan' 

Studi tersebut mengatakan "perceraian yang didorong oleh lingkungan mungkin merupakan konsekuensi yang diabaikan" dari perubahan iklim.

Biasanya, perceraian elang laut dipicu ketika pasangan gagal berkembang biak, sehingga mereka menemukan pasangan baru di musim kawin berikutnya. Tetapi temuan terbaru ini menunjukkan pasangan bercerai bahkan jika mereka memiliki musim kawin yang sukses.

Francesco mengatakan ada dua kemungkinan teori terkait peningkatan angka 'perceraian' ini.

Kemungkinan pertama terkait kesulitan menjalin hubungan jarak jauh.

Air yang menghangat memaksa burung untuk berburu lebih lama dan terbang lebih jauh. Jika burung kemudian gagal kembali pada waktunya untuk musim kawin, pasangannya dapat pindah dengan pasangan baru.

Teori lain adalah hormon stres albatros naik di lingkungan yang lebih keras, seperti saat air lebih hangat.

Dengan kondisi perkembangbiakan yang lebih sulit, dan kelangkaan makanan, hal itu dapat menyebabkan lebih banyak stres dan pasangan dapat disalahkan atas "kinerja buruk" mereka, yang pada akhirnya dapat memicu perceraian, kata Francesco.

Penelitian ini dilakukan karena banyak populasi elang laut internasional berada dalam masalah.

Beberapa data dari tahun 2017 menunjukkan jumlah pasangan spesies yang berkembang biak hanya sedikit lebih dari setengah dari jumlah mereka di tahun 1980-an.

Francesco mengatakan di Kepulauan Falkland, ini bukan masalah darurat bagi populasi, tetapi di daerah lain di mana populasi albatros terbatas, masalah ini mengkhawatirkan.

"Suhu naik dan akan naik, jadi ini mungkin menimbulkan lebih banyak gangguan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini