Bentrok Ormas di Karawang, Polisi Amankan 7 Orang Terduga Pelaku Pengeroyokan

Nila Kusuma, Koran SI · Kamis 25 November 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 340 2507220 bentrok-ormas-di-karawang-polisi-amankan-7-orang-terduga-pelaku-pengeroyokan-SCrT2JesHD.jpg Korban bentrok ormas di Karawang. (Foto: Nila K/MPI)

KARAWANG - Buntut bentrok ormas di Karawang, tujuh orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap 3 orang anggota LSM GMBI hingga mengalami kritis diamankan. Bahkan salah seorang yang kritis kemudian tewas setelah sempat ditangani tim dokter rumah sakit.

Polres Karawang saat ini masih memburu para pelaku yang diperkirakan mencapai puluhan orang.

"Kami sudah mengamankan 7 orang yang diduga terlibat dalam bentrok kemarin yang membuat 3 orang mengalami luka kritis. Beberapa orang masih kami kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, Kamis (25/11/21).

Baca juga: Bentrok Ormas di Karawang, 1 Tewas dan 2 Penumpang Honda Brio Kritis Diamuk Massa


Baca juga: Ribuan Massa Ormas Bentrok di Karawang, Korban Mulai Berjatuhan

Menurut Aldi, pihaknya akan menangani premanisme dan anarkis secara tegas. Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," katanya.

Aldi mengatakan untuk mengantisipasi bentrok susulan pihaknya melamukan penebalan pasukan kemanan. Selain personil Polri juga ada penambahan dari unsur TNI dari Kala Hitam, Subang. " Kami menerjunkan 700 personel untuk mengamankan situasi. Mereka saat ini sudah disebar disejumlah titik yang kami anggap rawan," katanya. Nilakusuma

Sementara itu Ketua LSM GMBI Karawang, Asep Mulyana mengatakan salah seorang anggota GMBI yang mengalami kritis akibat pengeroyokan meninggal dunia.

Dia meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan. "Kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas siapapun itu pelakunya. Karena ini jelas pembunuhan," tegas Asep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini