Brutal, Polisi Tembak Pria Berkursi Roda 9 Kali karena Mengutil

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 18 2510669 brutal-polisi-tembak-pria-berkursi-roda-9-kali-karena-mengutil-OCZ9PjCOxy.jpg Foto: Tangkapan layar/Twitter/@ndelriego.

TUCSON – Seorang polisi di Kota Tucson, Arizona, Amerika Serikat (AS) dipecat dari tugasnya setelah menembak seorang pria berkursi roda berusia 61 tahun sembilan kali karena diduga mengutil kotak peralatan dari toko Walmart. Petugas itu sedang tidak bertugas dan bekerja sebagai satpam di toko tersebut.

Insiden bermula saat seorang karyawan toko mengklaim pria berkursi roda, Richard Lee Richards, menolak untuk menunjukkan tanda terima untuk pembelian kotak peralatan ketika dia ditangkap di tempat parkir Walmart di Tucson. Alih-alih menunjukkan tanda terima Richards malah mengacungkan pisau, mengatakan: "Ini tanda terima Anda."

 BACA JUGA: Ditembak Polisi 7 Kali dari Belakang, Jacob Blake Terancam Lumpuh

Petugas Kepolisian Ryan Remington, yang saat itu sedang tidak bertugas dan bekerja sebagai keamanan toko kemudian mengikuti Richards ke tempat parkir, berusaha meyakinkannya meletakkan pisau dan “bekerja sama”.

Menurut pernyataan dari Kepala Polisi Chris Magnus, Richards "menolak untuk patuh," yang menyebabkan Remington mengejar Richards melalui tempat parkir, di mana pria tua itu dilaporkan berteriak, "Jika Anda ingin saya meletakkan pisau, Anda harus menembak saya."

BACA JUGA: Vdeo Pembunuhan Brutal oleh Polisi Viral, Ibu dan Anak Ditembak di Depan Umum

Petugas polisi Stephanie Taylor kemudian bergabung dengan Remington dan memperingatkan Richards agar tidak memasuki tempat parkir toko retail Lowe's di sebelahnya. Rekaman kamera tubuh Taylor kemudian menunjukkan Remington melepaskan sembilan kali tembakan ke arah Richards, menyebabkan pria itu jatuh dari kursi rodanya.

Remington kemudian memborgol Richards saat dia berbaring telungkup di tanah. Richards dinyatakan meninggal tak lama kemudian, demikian diwartakan RT.

Pada konferensi Pers Selasa (30/11/2021) Magnus mengatakan bahwa dia "sangat terganggu oleh tindakan Petugas Remington", menyebut penggunaan "kekuatan mematikan" sebagai pelanggaran terhadap kebijakan Departemen Kepolisian Tucson. Dia juga mengatakan departemen kepolisian telah memberhentikan Remington.

Penembakan itu akan ditinjau oleh Kantor Kejaksaan Pima County, di mana Remington akan memiliki opsi untuk mengajukan banding atas pemecatannya di pengadilan sipil.

Walikota Tucson Regina Romero mengecam penembakan itu sebagai tindakan "tidak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan". Pengacara Remington, bagaimanapun, bersikeras bahwa petugas itu, yang membawa taser di samping senjatanya, "tidak memiliki pilihan yang tidak mematikan."

“Dalam pikirannya, dia tidak bisa menggunakan (taser) karena dia merasa tidak memiliki penyebaran yang tepat untuk menyebarkannya, dengan kursi roda antara dia dan Richards,” kata pengacara Mike Storie membela kliennya. Dia berargumen bahwa Richards sendiri telah menjalani hukuman penjara karena percobaan pembunuhan tingkat pertama dan secara ilegal mengangkut imigran untuk mendapatkan keuntungan, menurut stasiun afiliasi NBC lokal KVOA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini