AS Umumkan Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 18 2513082 as-umumkan-boikot-diplomatik-olimpiade-beijing-2022-rntrM3koyZ.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing karena pelanggaran dan "kekejaman" hak asasi manusia (HAM) China. Langkah itu diumumkan Gedung Putih pada Senin (6/12/2021) hanya beberapa minggu setelah pembicaraan yang bertujuan meredakan ketegangan hubungan antara kedua negara adidaya.

Boikot diplomatik ini telah didorong oleh beberapa anggota Kongres dan kelompok advokasi hak asasi manusia selama berbulan-bulan. Boikot ini tidak mempengaruhi atlet AS yang tetap bisa bertanding di Olimpiade Beijing 2022.

BACA JUGA: Presiden AS dan China Lakukan Pembicaraan Telepon Pertama dalam 7 Bulan

Sebelum boikot diumumkan, Beijing telah mengancam akan mengambil tindakan balasan yang tegas terhadap langkah semacam ini. Langkah ini dipastikan akan semakin memperkeruh hubungan yang sudah berada di titik terendah dalam beberapa dekade.

Pemerintahan Presiden Joe Biden menyoroti apa yang dikatakan Washington sebagai genosida terhadap minoritas Muslim di wilayah barat China, Xinjiang.

BACA JUGA: Surat Kabar China Tuding AS Penyebar Terbesar Covid-19, Bertanggung Jawab Atas Pandemi Global

"Perwakilan diplomatik atau resmi AS akan memperlakukan permainan ini sebagai bisnis seperti biasa dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman RRT di Xinjiang, dan kami tidak bisa melakukan itu," kata Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki dalam konferensi pers rutin, sebagaimana dilansir Reuters. Psaki menggunakan nama RRT, mengacu pada Republik Rakyat Tiongkok.

"Para atlet di Tim USA mendapat dukungan penuh kami," tambah Psaki. "Kami akan mendukung mereka 100% saat kami mendukung mereka dari rumah."

Selain AS beberapa negara juga telah mempertimbangkan langkah boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022. Selandia Baru telah mengumumkan tidak akan mengirimkan diplomatnya ke pesta olahraga empat tahunan itu, sementara Australia belum memberikan komentar resmi terkait hal ini.

"Kami telah menjelaskan kepada China dalam banyak kesempatan keprihatinan kami tentang masalah hak asasi manusia - baru-baru ini ketika Perdana Menteri berbicara dengan Presiden Xi," ka kata Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Grant Robertson kepada wartawan.

"Mereka (China) sangat menyadari pandangan kami tentang hak asasi manusia, tetapi kami sudah membuat keputusan untuk tidak hadir."

Sejauh ini Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi satu-satunya pemimpin negara besar yang telah menerima undangan dari China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini