Angkatan Laut AS Sita 1,1 Juta Barel Minyak dan Ratusan Rudal Milik Iran

Susi Susanti, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 18 2514234 angkatan-laut-as-sita-1-1-juta-barel-minyak-dan-ratusan-rudal-milik-iran-w7mMVNdtuJ.jpg Angkatan Laut AS sita ratusan rudal Iran (Foto: Departemen Kehakiman AS)

IRAN - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyita ratusan rudal Iran dan 1,1 juta barel produk minyak Iran dari kapal di Laut Arab. Menurut rilis Departemen Kehakiman AS, ini menjadi penyitaan terbesar pengiriman bahan bakar dan senjata dari Iran yang dilakukan pemerintah AS.

Departemen mengatakan senjata-senjata itu disita oleh AS selama "operasi keamanan maritim rutin." Departemen juga menjelaskan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatur pengiriman senjata, yang ditujukan untuk milisi Houthi di Yaman.

Minyak itu diambil dari empat kapal tanker berbendera asing di atau sekitar Laut Arab saat dalam perjalanan ke Venezuela.

Komando Pusat Angkatan Laut AS menyita senjata dari dua "kapal tanpa bendera" di Laut Arab pada dua kesempatan yakni 25 November 2019, dan 9 Februari 2020.

Baca juga: Angkatan Laut AS Pecat 3 Komandan Kapal Selam Nuklir yang Tabrak Gunung Bawah Laut

"Tindakan perampasan yang berhasil ini adalah produk dari upaya terkoordinasi pemerintah AS untuk menegakkan sanksi AS terhadap IRGC dan rezim Iran," kata rilis tersebut.

Senjata-senjata itu termasuk 171 peluru kendali anti-tank, delapan rudal permukaan-ke-udara, komponen rudal jelajah serangan darat, komponen rudal jelajah anti-kapal, optik senjata termal dan komponen lain untuk rudal dan kendaraan udara tak berawak atau drone untuk melepaskan bantuan. AS memperoleh tiga jenis rudal permukaan-ke-udara "358" dan 150 peluru kendali anti-tank "Dehlavieh" dalam penyitaan senjata pada 2020.

Baca juga: Angkatan Laut AS Hanya 'Baptis' Kapal Perang yang Diberi Nama Ibu Kota Asing

Departemen Kehakiman mendapatkan senjata melalui Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia. Pengadilan menguatkan temuan departemen, menyetujui senjata itu adalah bagian dari jaringan perdagangan Korps Pengawal Revolusi Islam yang dirancang untuk mendistribusikan senjata terlarang ke gerakan Houthi di Yaman.

Asisten Jaksa Agung Matthew G. Olsen dari Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman mengatakan tindakan Amerika Serikat dalam dua kasus ini merupakan pukulan telak bagi Pemerintah Iran dan jaringan kriminal yang mendukung Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Produk minyak bumi disita karena pemerintah AS percaya bahwa produk tersebut berasal dari Iran dan penjualannya akan menguntungkan Korps Pengawal Revolusi Islam, sebuah entitas Iran yang disetujui oleh AS, menurut dugaan pemerintah dalam pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia pada 2 Juli 2020.

Pengadilan yang digelar pada 1 Oktober 2021 yang setuju dengan pendapat pemerintah, menemukan bahwa minyak bumi dan potensi penjualannya akan menguntungkan Korps Pengawal Revolusi Islam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini