Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peti Kapsul Bunuh Diri Tuai Pro Kontra di Swiss

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 11 Desember 2021 |15:36 WIB
Peti Kapsul Bunuh Diri Tuai Pro Kontra di Swiss
Peti kapsul bunuh diri (Foto: BBC)
A
A
A

PRODUK peti kapsul bunuh diri menuai perdebatan. Di mana, peti tersebut bisa digunakan para penggunanya untuk bunuh diri.

Namun, perusahaan pembuat produk tersebut meyakini, produknya dapat digunakan di Swiss pada awal tahun depan. Keyakinan itu diperkuat karena sebelumnya perusahaan Sarco telah menugaskan ahli hukum Swiss untuk mencari tahu apakah produk tersebut melanggar hukum di Swiss.

Dalam temuannya, kapsul serupa peti mati futuristik itu tidak melanggar aturan apa pun di negara itu. Namun, ahli hukum yang lain mempertanyakan temuan itu. Hingga organisasi perbantuan untuk bunuh diri, Dignitas, mengatakan peti kapsul ini mungkin tidak akan mendapat "banyak penerimaan".

Baca Juga: Swiss Legalisasi Penggunaan Mesin Bunuh Diri yang Akhiri Nyawa Penggunanya dalam Semenit

Bantuan untuk bunuh diri, yakni ketika seseorang difasilitasi untuk mengakhiri hidupnya, adalah legal di Swiss. Sebanyak 1.300 orang meninggal di sana dengan cara ini pada 2020.

Bunuh diri yang dibantu maupun euthanasia (dokter berperan mengakhiri hidup seseorang secara sengaja untuk menghilangkan penderitaannya) merupakan tindakan ilegal di Inggris dan banyak negara lainnya.

Perdebatan Hukum

Metode yang saat ini digunakan di Swiss adalah memberi seseorang serangkaian cairan, yang jika ditelan, bisa mengakhiri hidup orang tersebut. Adapun peti kapsul bunuh diri - yang bisa ditempatkan di mana pun - menggunakan nitrogen sampai kapsul terisi penuh sehingga tingkat oksigen berkurang secara cepat.

Proses ini membuat seseorang yang berada di dalam kapsul kehilangan kesadaran dan meninggal dalam waktu sekitar 10 menit. Peti kapsul untuk bunuh diri ini diaktifkan dari dalam, dan juga punya tombol darurat untuk keluar.

Baca Juga: 2.000 Orang Dikarantina Usai Ditemukan 2 Kasus Varian Omicron di Sekolah Internasional

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement