JAKARTA - Direktorat Reskrim Narkoba Polda Metro Jaya bakal bekerjasama dengan badan anti narkotika AS, Drug Enforcement Administration (DEA) guna mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional.
Hal itu dilakukan setelah pihaknya berhasil membongkar peredaran narkoba asal Iran. Total sebanyak 147 kg lebih sabu berhasil disita pihak kepolisian. Diduga barang haram itu akan diedarkan untuk pesta tahun baru.
Barang haram tersebut merupakan jaringan Timur Tengah yang dikirim dari Brasil ke Indonesia. Polisi mengaku kehilangan jejak untuk menelusuri hingga ke Timur Tengah.
Baca juga: Polisi Acak-Acak Tanjung Priok, Sita Beragam Senjata dan Puluhan Orang Ditangkap
Dir Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Mukti Juharsa mengatakan, akan menggandeng narkotika DEA guna mengungkap jaringan sindikat tersebut.
"Barang dikendalikan bukan dari Timur Tengah tapi dikendalikan dari Brasil. Kami join dengan Bea Cukai dan undercover sampai ke Jakarta. Untuk (ungkap jaringan di) Timteng kami putus. Karena itu, kami akan kerja sama dengan DEA untuk ungkap kasus besar lagi," ucap Mukti.
Baca juga: Punya Anak 10, Tukang Sapu Jalanan Nekat Edarkan Sabu
Mukti menjelaskan, rencananya pihaknya akan terus berkomunikasi dengan DEA di Jakarta. Hal itu perlu dilakukan untuk terus menelusuri dan mencegah kejadian yang sama.
"Ya kita akan saling tukar informasi dengan pihak DEA di Jakarta," jelasnya.
Hal itu dilakukan, lanjut Mukti, untuk mengantisipasi narkoba yang masuk dari luar ke Indonesia, terutama dari jaringan internasional.
Mukti membeberkan sejauh ini Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah membongkar dua kasus pengedaran narkoba jaringan internasional hasil kerjasama dengan DEA.
"Sudah ada dua kasus besar dalam tahun ini," paparnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.