JAKARTA - Ribuan bencana alam terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun 2021, terjadi 3.058 bencana alam dengan yang paling dominan banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga gelombang pasang.
Sementara itu dari hasil monitoring BMKG, terjadi 10.570 gempa bumi tektonik dengan berbagai variasi magnitudo sepanjang 2021.
Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan aktivitas gempa selama tahun 2020 sebanyak 8.264 kali. Sementara gempa dengan magnitudo di atas 5,0 (M>5,0) terjadi sebanyak 244 kali dan sama persis dengan kejadian gempa tahun 2020.
Sementara itu, gempa dengan guncangan atau getaran yang dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 764 kali selama 2021. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 754 kali.
Sementara itu, BMKG aktif mengeluarkan kajian untuk memprediksi potensi bencana alam sebagai peringatan dini dan mitigasi. Tercatat, BMKG mengeluarkan sejumlah prediksi yang patut kembali menjadi catatan agar masyarakat lebih waspada.
Baca juga: 3.058 Bencana Sepanjang 2021, Kepala BNPB: Perlu Mitigasi Risiko Lebih Dini
Salah satunya, BMKG memprediksi potensi gempa dengan kekuatan 8,9 Magnitudo dan Tsunami dengan tinggi 29 meter di Jawa Timur. Prediksi ini muncul setelah BMKG melakukan pemodelan matematika, untuk mengukur potensi besaran gempa dan ketinggian tsunami di wilayah tersebut.
Hal ini dikemukakan oleh Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati dalam webminar bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur” pada akhir Mei 2021.
Dwikorita menjelaskan, berdasarkan sejarah dan data-data yang terekam sampai hari ini, telah disusun simulasi dan pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur.