Share

Malam Tahun Baru di Bandung Tak Ada Penutupan Jalan

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 30 Desember 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 340 2525105 malam-tahun-baru-di-bandung-tak-ada-penutupan-jalan-zuEQHGhGIo.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BANDUNG - Polrestabes Bandung memastikan tidak ada penutupan akses jalan secara total pada malam Tahun Baru 2021/2022 di Kota Bandung. Polisi hanya akan melakukan pengalihan arus jika terjadi lonjakan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Rano Hadiyanto memastikan tidak akan ada penutupan total akses jalan di Kota Bandung. Namun polisi akan tetap melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan keramaian untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat.

"Kami Polrestabes Bandung khususnya satuan lalu lintas akan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan kemudian dengan stakeholder terkait tentunya akan melakukan langkah-langkah antisipasi pada saat malam tahun baru," jelasnya di Bandung, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Warga Dilarang Gelar Pesta Kembang Api saat Tahun Baru, Pantai Kuta Ditutup Pukul 23.00 Wita

Menurut dia, salah satu upaya pengaturan warga adalah dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Terutama di titik yang menjadi tempat favorit masyarakat menghabiskan malam tahun baru. Seperti Jalan Asia Afrika, Merdeka, Dago, dan Gasibu.

"Kami akan melakukan rekayasa arus lalu lintas, bisa berupa pengalihan arus atau pun buka tutup beberapa ruas jalan. Jadi tidak ada penutupan total," kata dia.

Baca juga: Gelar Pesta Tahun Baru Tanpa Prokes, WNA Bakal Dideportasi dari Bali

Rano juga memastikan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung agar tidak banyak melakukan mobilitas. Apalagi pandemi Covid-19 belum usai, terlebih varian Omicron mulai menyebar.

"Tentunya kita nanti membutuhkan kerjasama untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak berkerumun. Kita ketahui bersama bahwa dari Pemerintah Kota juga pada saat malam tahun baru berdasarkan Inmendagri juga bahwa Alun-alun harus dilakukan penutupan," jelasnya.

Polisi, kata dia, akan melakukan tindakan bersifat situasional dengan melihat di lapangan. "Untuk rekayasa lalu lintas kita stuasional pada saat sudah terlihat kepadatan yang cukup tinggi kita lakukan rekayasa lalu lintas," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini