Share

Hakim Wanita Ini Diselidiki Usai Cium Pembunuh, Diduga Ingin Kurangi Hukuman Penjara Seumur Hidup

Susi Susanti, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 18 2527726 hakim-wanita-ini-diselidiki-usai-cium-pembunuh-diduga-ingin-kurangi-hukuman-penjara-seumur-hidup-Km8htoVDzz.jpg Hakim wanita terekam kamera CCTV mencium tersangka pembunuhan yang dihukum penjara seumur hidup (Foto: Newsflash)

ARGENTINA - Seorang hakim wanita sedang diselidiki setelah terekam CCTV mencium seorang pembunuh yang baru saja dihukum penjara seumur hidup.

Mariel Suarez diketahui berciuman dengan pembunuh polisi Cristian Bustos di penjara Argentina, saat dia baru saja memulai hukumannya.

Suarez adalah satu-satunya majelis hakim yang berpendapat Bustos harus lolos dari hukuman seumur hidup ketika mereka memvonisnya bulan lalu.

Tapi Suarez menyangkal keintiman terjadi dan bersikeras dia hanya mengunjungi si pembunuh untuk mengajukan pertanyaan tentang buku yang dia tulis.

Suarez mengatakan kepada situs berita Argentina Todo Noticias bahwa tidak ada ciuman selama kunjungan penjara.

“Kami berbicara dan merasa kami sedang didengarkan. Itu adalah pembicaraan rahasia dan ada orang-orang yang berjalan di dekatnya dan sebuah kamera dan itulah mengapa kami berbicara dari dekat,” terangnya.

 Baca juga: Kisah Hakim Wanita Afghanistan yang Bersembunyi dari Kejaran Taliban

“Saya tidak memiliki hubungan sentimental dengan orang ini. Saya sedang menulis buku tentang dia. Hubungan kami adalah hubungan kerja,” lanjutnya.

"Saya percaya versi peristiwa yang dia berikan di persidangannya dan itulah mengapa saya memilih hukuman yang lebih rendah daripada hukuman penjara seumur hidup,” ujarnya.

Baca juga: Konflik Afghanistan : Dua Hakim Tewas Ditembak

Dalam sebuah pernyataan, penyelidikan terhadap hakim yang dipimpin oleh Pengadilan Tinggi Chubut, mengatakan hakim diduga melakukan perilaku yang tidak memadai.

“Penyelidikan akan berusaha untuk menentukan keadaan pertemuan antara hakim itu dan seorang narapidana yang dianggap sangat berbahaya dan baru-baru ini dihukum setelah persidangan di kota Esquel,” terang pernyataan itu.

“Juga akan dilihat berapa lama pertemuan itu berlangsung dan karakteristiknya, guna memastikan apakah telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang Etika Publik dan peraturan internal kekuasaan kehakiman,” lanjutnya.

Pejabat pengadilan sejak itu mengkonfirmasi bahwa penyelidikan telah diluncurkan ke rekaman keamanan yang menunjukkan hakim condong ke depan ke arah narapidana "sangat berbahaya" dengan punggung menghadap ke kamera.

Outlet media Argentina mengklaim klip itu adalah pasangan yang tidak mungkin berciuman.

Baik hakim maupun narapidana tidak disebutkan namanya secara resmi dalam pernyataan pengadilan yang mengkonfirmasi penyelidikan tersebut. Namun nama mereka bocor di pers lokal di Argentina setelah kunjungan penjara pada 29 Desember tahun lalu.

Diketahui, Bustos ditahan di sebuah penjara di kota Trelew, Argentina selatan, atas pembunuhan petugas polisi Leandro Roberts di Corcovado pada 2009 di dekatnya.

Roberts ditembak mati dan seorang rekannya terluka setelah akan menangkap Bustos di rumahnya setelah melarikan diri dari penjara sebelumnya.

Dia dicari atas pembunuhan bayi tirinya yang dipukuli sampai mati dalam kejahatan yang menghebohkan yang menyebabkan hukuman pembunuhan terpisah dan hukuman penjara 20 tahun.

Seorang saudara buronan tewas dalam baku tembak yang terjadi ketika polisi mencoba menahannya.

Bustos dihukum karena pembunuhan dan dijatuhi hukuman seumur hidup karena menembak Roberts setelah mengakui kesalahannya selama persidangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini