Pria Beristri Paksa Adik Ipar Layani Hasratnya Setiap Hari

Adi Haryanto, Koran SI · Rabu 12 Januari 2022 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 340 2531312 pria-beristri-paksa-adik-ipar-layani-hasratnya-setiap-hari-QqF3n8j7UO.jpg Illustrasi (foto: freepick)

BANDUNG BARAT - Bocah perempuan yang masih di bawah umur di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga menjadi korban pelampiasan nafsu bejad kakak iparnya.

Awalnya korban diperkosa setelah diberikan obat bius yang dicampur minuman agar tidak sadar. Namun kemudian aksi bejat terduga pelaku NJ (40), hampir dilakukan setiap hari sejak pertengahan tahun 2020.

Merasa tidak tahan dengan penderitaan yang dialami, bocah malang tersebut kemudian memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya kepada saudaranya di awal Januari 2022.

Baca juga:  Pelaku Begal Payudara Kena Batunya Diamuk Emak-Emak di Tangerang

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), KBB.

"Pelaku yang sudah punya istri itu melakukan aksi bejadnya setiap siang hari di rumahnya saat situasi sepi," kata Ketua KPAI KBB, Dian Dermawan yang mengaku sudah mendatangi korban dan ibunya di rumah kontrakannya, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Ayah Cabuli Anak Kandung di Padang Lawas, Ancam Pukuli Korban Jika Menolak

Dian mengatakan, korban awalnya tidak berani mengadukan perilaku saudaranya itu kepada keluarganya lantaran takut. Sebab NJ selalu mengancam korban akan mencelakai ibu dan kakaknya jika keinginannya tidak terpenuhi.

Sehingga korban akhirnya rela jadi pelampiasan nafsu pelaku dan hampir tiap hari dipaksa berhubungan intim dengan kekerasan dan ancaman. Teganya lagi, korban sering dipaksa minum tiga butir obat penenang oleh NJ yang dicampur dengan minuman keras.

"Sekarang korban trauma dan merasa takut karena pelaku bisa saja nekat datang dan mengancam keluarganya setelah kasus ini terbongkar," jelasnya.

Pihaknya tidak mau kasus ini dibiarkan apalagi korban masih punya adik perempuan yang masih kecil. Khawatirnya perilaku NJ juga dilakukan kepada orang lain, termasuk juga bisa menimpa ke adik korban kalau tidak segera ditindak

"Keluarga korban belum melaporkan kasus ini ke kepolisian. Namun kami dari KPAI bersama DP2KBP3A mendorong dan akan mendampingi korban untuk membuat laporan kepada pihak berwajib," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini