Share

Houthi Serang Abu Dhabi dengan Drone, Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan Terhadap Warga Sipil

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Rabu 19 Januari 2022 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534350 houthi-serang-abu-dhabi-dengan-drone-indonesia-serukan-penghentian-kekerasan-terhadap-warga-sipil-Rx2To7Cf51.jpg Orang-orang mencari korban di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, 18 Januari 2022. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menyayangkan serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) awal pekan ini. Serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil.

“Indonesia sangat menyesalkan serangan pesawat tak berawak baru-baru ini di Abu Dhabi, yang mengakibatkan korban sipil dan kerugian materi,” tulis akun Twitter @Kemlu_RI (19/1/2022).

BACA JUGA: Serangan Koalisi Arab Saudi Tewaskan Setidaknya 14 Orang di Yaman

Kemlu RI mengatakan bahwa Indonesia menyongsong kedamaian dan berkomitmen menghapuskan berbagai bentuk penjajahan.

“Serangan-serangan ini mengancam keamanan dan stabilitas kawasan. Indonesia menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil,” demikian disampaikan.

Sebelumnya, pemberontak Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang melanda Abu Dhabi. Sejumlah ledakan itu termasuk di dekat depot perusahaan minyak ADNOC, serta bandara kota.

Sebagai respons atas serangan terbaru itu, koalisi yang dipimpin Arab Saudi, dimana UEA merupakan salah satu anggotanya, melancarkan serangan udara ke Ibu Kota Yaman, yang mengakibatkan tewasnya belasan korban jiwa.

“Pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi mulai membom ibu kota Yaman Sanaa sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan Houthi di UEA,” kata laporan Sky News Arabia pada Selasa pagi (18/1/2022).

BACA JUGA: Drone Berpeledak Houthi Jatuh di Sekolah Arab Saudi

Menurut pernyataan dari koalisi, “Serangan udara dimulai sebagai tanggapan terhadap ancaman dan kebutuhan militer." Serangan itu dikatakan menargetkan "pemimpin teroris."

"Angkatan udara koalisi sedang melakukan operasi sepanjang waktu di langit di atas Sanaa. Kami mendesak warga sipil untuk menjauh dari kamp militer dan pertemuan Houthi untuk keselamatan mereka," papar pernyataan itu.

Serangan pesawat F-15 dikatakan telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik yang digunakan pada Senin (17/1/2022) untuk menyerang wilayah UEA. Stasiun televisi Al-Masirah, yang dimiliki pemberontak Houthi, melaporkan empat orang tewas dan lima terluka akibat serangan koalisi Arab.

Gerakan Houthi mengonfirmasi telah melakukan serangan dengan drone ranjau di bandara di Abu Dhabi dan Dubai. Tak hanya itu, Houthi mengancam serangan baru terhadap objek strategis penting di UEA. Menurut juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Sare'e, lima rudal balistik dan sejumlah besar drone digunakan untuk melakukan serangan itu.

Menurut polisi, tiga tangki bahan bakar yang terkena drone meledak di dekat depot bahan bakar Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC). Ledakan lain membakar area bandara Abu Dhabi. Tiga orang tewas akibat serangan itu, termasuk satu warga negara Pakistan dan dua warga negara India, serta enam orang terluka.

Tak lama setelah serangan itu, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah Bin Zayed meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengembalikan status Houthi sebagai organisasi teroris, Axios melaporkan.

Presiden AS Joe Biden yang menghapus gerakan itu dari daftar Organisasi Teroris Asing (FTO) AS tahun lalu, berpendapat penunjukan itu menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Yaman karena negara itu dilanda krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Yaman telah dilanda konflik bersenjata antara pasukan pemerintah yang dipimpin Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi, dan pemberontak Houthi selama lebih dari enam tahun.

Situasi semakin diperparah setelah koalisi pimpinan Saudi, bekerja sama dengan pasukan Hadi, bergabung dalam konflik pada 2015 dan mulai melakukan operasi udara, darat dan laut sesekali melawan Houthi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini