Menggulingkan Johnson akan meninggalkan Inggris dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan di saat Barat berurusan dengan krisis Ukraina dan Inggris bergulat menghadapi gelombang inflasi yang dipicu pandemi Covid-19.
Saingan utama Johnson untuk kepemimpinan Partai Konservatif termasuk Menteri Keuangan Rishi Sunak, (41 tahun), dan Menteri Luar Negeri Liz Truss, (46 tahun).
Diwartakan Reuters, pihak oposisi telah meminta Johnson untuk mengundurkan diri, menudingnya sebagai penipu yang menuntut warga Inggris mengikuti beberapa aturan yang paling berat dalam sejarah masa damai sementara stafnya berpesta.
Rencana penggulingan Johnson yang terbaru disebut sebagai "pork pie plot" atau “rencana pie daging babi” karena salah satu anggota parlemen yang diduga memberontak berasal dari Melton, yang terkenal dengan pie daging babinya.
“Pork Pie” juga merupakan bahasa gaul London untuk sebuah kebohongan.
Johnson sendiri pada Selasa (18/1/2022) membantah tuduhan oleh mantan penasihatnya bahwa dia telah berbohong kepada parlemen tentang pesta selama lockdown tersebut. Johnson mengatakan bahwa tidak ada yang memperingatkannya bahwa pertemuan tersebut mungkin bertentangan dengan aturan Covid-19.
Namun, sejauh ini Johnson menghindari pertanyaan tentang apakan dia akan mengundurkan diri jika terbukti bersalah telah berbohong kepada parlemen. Dia mengatakan bahwa dia ingin menunggu hasil penyelidikan internal.
Johnson akan berpidato di parlemen pada Rabu (19/1/2022) setelah Kabinetnya diperkirakan akan menyetujui rencana untuk mengakhiri pembatasan baru-baru ini yang diberlakukan untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Inggris.
(Rahman Asmardika)