Share

Eksekutor Begal Ditembak Polisi : Kapok Bang Tobat, Sakit Gak Bisa Tidur

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 340 2539399 eksekutor-begal-ditembak-polisi-kapok-bang-tobat-sakit-gak-bisa-tidur-apCBUqKBOr.jpg Eksekutor begal saat ditangkap polisi (foto: MNC Portal)

JAMBI - Polda Jambi sudah tidak main-main lagi dengan pelaku geng motor yang meresahkan warga Kota Jambi. Buktinya, eksekutor geng motor bernama Arya (19) terpaksa dihadiahi timah panas petugas, lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap petugas.

Saat ditanya sejumlah media, pelaku mengaku kapok menjalankan aksi yang merugikan banyak orang tersebut. Bahkan, dia merasa sakit di kaki kanannya usai ditembak petugas.

"Kapok bang. Bagi pelaku geng motor lainnya agar tobatlah, karena sakit ditembak. Sakitnya dak bisa tidur bang," ujarnya, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Pria Ini Tewas Ditembak Begal Dihadapan Anak dan Istrinya

Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi mengatakan, eksekutor ini sebagai kepala geng motor di tiga kelompok, yakni kelompok Bougenville, Selincah dan Flamboyan.

"Arya ini merupakan eksekutor di 3 TKP, yakni di Aur Duri, Mayang Ujung dan Tugu Keris. Saat akan diamankan, pelaku ini sempat melawan petugas. Akibatnya, kita berikan tindakan tegas dan terukur," tegas Eko.

Baca juga:  Begal Gadis ABG, 4 Anggota Geng Motor di Sukabumi Ditangkap Polisi

Ia menambahkan, bahwa pelaku Arya juga merupakan resedivis kasus pencurian dan sudah tiga kali ditangkap. Sedangkan untuk pelaku eksekutor yang beraksi di Warung Sate Simpang 3 Mayang inisial J (14).

"Mereka ini beraksi karena motifnya ingin mencari eksitensi, jati diri dan ekonomi. Karena mereka adalah keluarga dari broken home dan putus sekolah," tukasnya.

Diakuinya, dalam sebelum menjalankan aksinya para pelaku geng motor mereka selalu mengkonsumsi miras.

Untuk diketahui, petugas gabungan Polda Jambi dan Polresta Jambi mengamankan 14 orang pelaku, terdiri dari 12 orang pelaku geng motor dan dua orang salah satunya wanita merupakan penadah.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengungkapkan, 1 orang pelaku merupakan orang dewasa, dan 11 orang selebihnya di bawah umur dan sudah putus sekolah, 2 orang dewasa diantaranya sebagai penadah.

Disamping itu, dia juga memastikan, Polda Jambi bersama Polresta Jambi dan Polsek siap menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat Jambi. "Tidak usah resah, tidak usah takut kami menjaminnya," tandas Kaswandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini