Share

Dibayangi Pandemi, 260 Juta Penduduk China Lakukan Perjalanan Rayakan Tahun Baru Imlek

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Februari 2022 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 18 2540887 dibayangi-pandemi-260-juta-penduduk-china-lakukan-perjalanan-rayakan-tahun-baru-imlek-Lhg7DRKh5V.JPG Orang-orang berjalan di selasar yang dihiasi lentera untuk menyambut Tahun Baru Imlek di Beijing, China, 29 Januari 2022. (Foto: Reuters)

HONG KONG – Perayaan Tahun Baru Imlek di seluruh Asia berlangsung lebih senyap karena kekhawatiran akan virus corona, terutama varian Omicron. Ini terjadi meski tingkat vaksinasi di sejumlah negara, termasuk China, semakin meningkat dan ada harapan bahwa Tahun Macan akan membawa kehidupan kembali normal.

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa (1/2/2022) merupakan libur tahunan terpenting di China. Namun,untuk tahun ketiga berturut-turut, sejak 2020, hari besar ini dirayakan di bawah bayang-bayang pandemi.

Pandemi Covid-19 memaksa China mengunci Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa, dua hari sebelum Tahun Baru Imlek 2020. Dan tahun ini, meski sekira 85 persen penduduk China telah divaksinasi penuh, menurut Our World in Data, perayaan Tahun Baru Imlek masih terasa memudar karena pandemi.

Tahun ini, meski ada peringatan pemerintah, lebih banyak penduduk China bepergian untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Banyak orang juga membeli lampion merah dan dekorasi lainnya untuk rumah mereka, serta makanan untuk menandai awal tahun baru.

Namun, sejumlah kuil yang ditutup dan pameran musiman untuk mencegah kerumunan telah mengurangi suasana Tahun Baru Imlek.

“Saya berharap wabah ini segera berlalu dan ekonomi juga pulih,” kata Huang Ping, seorang pensiunan berusia 63 tahun sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Sementara Han Guiha, seorang pensiunan lain berusia 62 tahun mengatakan bahwa dia akan tinggal di rumah saja untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Menurutnya, dengan maraknya penyebaran virus corona saat ini, leih baik untuk mengambil langkah kehati-hatian.

“Saya akan membuat rumah saya bersih dan indah. Saat ini virus sedang menyebar dan kita harus berhati-hati,” ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sekira 260 juta orang melakukan perjalanan keliling China dalam 10 hari pertama liburan mulai 17 Januari. Angka itu lebih sedikit dari sebelum pandemi tetapi naik 46 persen dari angka tahun lalu.

Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan 1,2 miliar perjalanan selama musim liburan, naik 36 persen dari tahun lalu.

Tahun ini perayaannya bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin Beijing, yang dibuka menjelang akhir liburan selama seminggu. Ibu kota China telah memperketat kontrol untuk menahan wabah virus corona menjelang acara olahraga itu.

Ada harapan Tahun Macan akan membawa 'kekuatan tradisional' yang dapat membantu mengakhiri pandemi. Chen Lianshan, pakar cerita rakyat Tiongkok dari Universitas Beijing mengatakan bahwa Macan adalah hewan pelindung yang dipercaya dapat mengalahkan kekuatan jahat.

“Harimau adalah pelindung dari roh jahat dan dapat mengalahkan segala jenis setan dan hantu, dan orang Cina percaya bahwa wabah adalah salah satu jenis roh jahat,” ujar Chen.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini