Share

Gara-Gara Tak Diberi Uang, Suami Pukul Istrinya 6 Kali

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 25 Februari 2022 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 340 2553076 gara-gara-tak-diberi-uang-suami-pukul-istrinya-6-kali-ZfqPmdH5yd.png Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

LUBUKLINGGAU - Mengky (23) seorang pria di Kota Lubuklinggau berhasil ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau, lantaran memukul istrinya KA (24) sebanyak enam kali gara-gara tidak diberi uang, Jumat (25/2/2022).

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim AKP M Romi mengatakana, penangkapan tersangka berawal dari laporan korban yang merupakan istri tersangka ke pihak Polres Lubuklinggau yang telah menganiaya korban.

Berdasarkan keterangan korban peristiwa penganiayaan itu terjadi Selasa 15 Februari 2022, sekira pukul 23.55 WIB di Loket Tarabina di Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan. Berawal dari tersangka meminta uang kepada korban. Namun korban tidak memberikan uang yang diminta karena tidak mempunyai uang.

โ€œAntara tersangka dan korban sempat terjadi cekcok mulut. Lalu tersangka yang sudah gelap mata memukul wajah korban menggunakan tangan kiri 6 kali, lalu mencakar wajah korban menggunakan tangan kiri 1 kal,โ€ katanya.

Kemudian tim Unit PPA melakukan penangkapan terhadap tersangka di Loket Tarabina di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Lubuklinggau, guna penyidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami luka gores di bagian pipi dan bengkak di bagian wajah. Tersangka akan dijerat Pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga.

Pada ayat 1 menjelaskan bahwa pelaku kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga mendapatkan ancaman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp5.000.000.

Sementara pada ayat 2 menjelaskan bahwa apabila korban kekerasan fisik mengalami luka berat atau jatuh sakit, maka pelaku akan dikenakan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp30.000.000.

Lalau di Ayat 3 menjelaskan apabila korban meninggal dunia, pelaku akan dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 45.000.000. Bunyi pasal 44 KUHP ayat 4 adalah apabila korban tidak mengalami penyakit atau halangan maka pelaku di denda paling banyak Rp 5.000.000 dan penjara paling lama 4 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini