Share

PBB: Perang Rusia-Ukraina Picu Badai Kelaparan dan Kehancuran Sistem Pangan Global

Susi Susanti, Okezone · Selasa 15 Maret 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 18 2562026 pbb-perang-rusia-ukraina-picu-badai-kelaparan-dan-kehancuran-sistem-pangan-global-qdJjDX4Bmi.jpg Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Foto: AFP)

NEW YORKSekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memperingatkan pada Senin (14/3) bahwa dunia harus bertindak untuk mencegah badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Guterres mengatakan kepada wartawan di New York bahwa perang berisiko memicu konsekuensi luas bagi pasokan makanan global yang akan berdampak buruk pada negara termiskin.

"Perang ini jauh melampaui Ukraina. Ini juga merupakan serangan terhadap orang dan negara paling rentan di dunia," terangnya.

Dia menjelaskan bahkan sebelum perang, negara-negara berkembang berjuang untuk pulih dari pandemi - dengan rekor inflasi, kenaikan suku bunga, dan beban utang yang menjulang.

 Baca juga: PBB: Perang Rusia-Ukraina Bisa Berakhir dengan Kiamat Nuklir

"Sekarang keranjang roti mereka dibom," lanjutnya. Dia mencatat bahwa Ukraina menyediakan lebih dari setengah pasokan gandum Program Pangan Dunia.

Dia memperingatkan bahwa indeks harga pangan global PBB berada pada level tertinggi yang pernah ada dan bahwa 45 negara kurang berkembang di dunia mengimpor setidaknya sepertiga gandum mereka dari Ukraina atau Rusia.

 Baca juga: PBB Minta Pasukan Rusia Kembali ke Barak

Mereka termasuk Burkina Faso, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

"Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk mencegah badai kelaparan dan kehancuran sistem pangan global," ujarnya, menyerukan diakhirinya permusuhan secepat mungkin.

Guterres berbicara di sela-sela pengarahan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) kepada Dewan Keamanan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Zbigniew Rau, yang memegang jabatan presiden bergilir OSCE untuk 2022, mengatakan invasi Rusia ke Ukraina telah menjadi kegagalan strategis dan taktis.

Rau mengatakan Moskow akhirnya mengubah taktiknya untuk mulai menargetkan warga sipil.

"Ini menyedihkan dan memalukan dan merupakan terorisme negara," ujarnya.

Rau mengatakan bahwa agresi Rusia mengancam keberadaan OSCE. Dia menambahkan akan segera melakukan perjalanan ke Moldova dan Balkan untuk membuktikan keterlibatan OSCE dalam membantu mengakhiri perang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini