Share

Serangan Rudal dan Drone Houthi Hantam Fasilitas Minyak dan Air Saudi

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 21 Maret 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 18 2565081 serangan-rudal-dan-drone-houthi-hantam-fasilitas-minyak-dan-air-saudi-v8wQykNCme.jpg Foto: Reuters.

RIYADH - Kelompok Houthi Yaman menembakkan rudal dan melancarkan serangan pesawat tak berawak ke fasilitas minyak dan air Arab Saudi. Serangan ini tidak menyebabkan korban jiwa, namun memaksa Saudi menurunkan sementara produksi kilangnya, demikian diumumkan Kementerian Energi dan media pemerintah pada Minggu (20/3/2022).

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan bahwa serangan drone menghantam terminal distribusi produk minyak bumi di wilayah Jizan selatan, pabrik gas alam dan kilang Yasref di pelabuhan Laut Merah Yanbu.

"Serangan terhadap fasilitas Yasref telah menyebabkan pengurangan sementara dalam produksi kilang, yang akan dikompensasikan dari inventaris," demikian disampaikan dalam pernyataan itu, mengacu pada Yanbu Aramco Sinopec Refining Company, perusahaan patungan antara Saudi Aramco dan Perusahaan Petrokimia China (Sinopec).

CEO Aramco Amin Nasser mengatakan kepada telepon tentang pendapatan perusahaan tidak ada dampak dari serangan terhadap pasokan ke pelanggan, demikian diwartakan Reuters.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang telah memerangi Houthi di Yaman selama tujuh tahun mengatakan serangan pada Sabtu (19/3/2022) malam dan Minggu pagi juga menargetkan pabrik desalinasi air di Al-Shaqeeq, pembangkit listrik di Dhahran al Janub dan fasilitas gas di Al-Shaqeeq. Khamis Mushait.

Kemudian pada Minggu, pabrik distribusi Aramco lainnya diserang di kota Laut Merah Jeddah, yang menyebabkan kebakaran di salah satu tank, menurut koalisi yang dipimpin Saudi. Api dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban.

Juru Bicara Militer Houthi Yahya Sarea mengatakan kelompok itu telah menembakkan rudal balistik dan bersayap serta pesawat tak berawak di fasilitas Aramco di ibu kota Riyadh, Yanbu dan "daerah lain," diikuti dengan serangan terhadap "target vital" di wilayah Saudi lainnya.

Dikatakan serangan dan puing-puing dari proyektil yang dicegat menyebabkan kerusakan material tetapi tidak ada korban jiwa.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kelompok itu menggunakan rudal jelajah buatan Iran di pabrik desalinasi dan pusat distribusi Jizan Aramco. Dikatakan pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik dan sembilan drone.

Media pemerintah memposting gambar dan video puing-puing proyektil, mobil dan bangunan yang rusak, dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan bahwa AS mengutuk serangan itu.

Arab Saudi telah berjuang untuk melepaskan diri dari perang di Yaman yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan orang di sana menghadapi kelaparan. Serangan Houthi di Arab Saudi juga membahayakan bandara kerajaan, fasilitas minyak dan menyebabkan beberapa kematian warga sipil.

Utusan khusus PBB Hans Grundberg sedang membahas kemungkinan gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan yang dimulai pada April, kata kantornya pada Minggu. Tidak jelas apakah kedua belah pihak telah menyetujui rencana PBB.

Houthi menggulingkan pemerintah Yaman dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014, mendorong aliansi pimpinan Arab Saudi untuk campur tangan. Konflik tersebut dipandang sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. Houthi mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini