Share

Banjir Terjang Bolaang Mongondow Utara, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh

Tim Okezone, Okezone · Kamis 14 April 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 340 2578961 banjir-terjang-bolaang-mongondow-utara-jalur-trans-sulawesi-lumpuh-iNIuTzMhlQ.jpg Banjir Bolaang Mongondow Utara (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir membuat Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Manado dan Makassar di wilayah Bolaang Mongondow Utara lumpuh, Kamis (14/4/2022). Tinggi Muka Air (TMA) kurang lebih 45 sentimeter dan berarus deras.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Rabu 13 April 2022 pukul 13.30 WITA dan menyebabkan peningkatan debit aliran air sungai hulu.

BACA JUGA:BNPB: 105 Unit Rumah dan 394 Warga Terdampak Banjir di Kota Medan 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat 116 unit rumah yang ditinggali 116 KK terdampak banjir dengan TMA 70-100 sentimeter.

"Satu unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat setelah terdampak banjir tersebut. Hingga saat ini, banjir telah merendam empat desa yang meliputi Desa Binuanga, Desa Saleo 1, Desa Saleo 2 dan Desa Nunuka di Kecamatan Bolangitang Timur.

Sebagai upaya penanganan darurat bencana banjir, BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah terjun ke lokasi terdampak guna melakukan kaji cepat, penanganan dan evakuasi warga serta berkoordinasi dengan lintas instansi terkait dan pemerintah desa setempat.

BACA JUGA:Sembilan Titik di Kota Malang Tergenang Banjir Usai Diguyur Hujan Deras 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sementara itu, hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Bolaang Mongondow Utara hingga Jumat 15 April, sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkala.

Muhari menambahkan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam.

"Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng curam yang minim vegetasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini