"Setelah kami telusuri jejak berupa tapak kaki dari ukuran dan bentuknya dipastikan itu memang jejak macan tutul jawa. Namun kami belum memastikan apakah itu macan tutul pigmen atau macan tutul hitam," katanya.
Jajang mengatakan meski macan tutul sudah memakan ternak warga, namun masyarakat diimbau agar tidak memburu dan membunuh macan tutul.
Menurut dia, turunnya macan tutul ke pemukiman warga lantaran habitatnya terganggu dan sulit mendapat makanan.
"Kami sudah meminta warga untuk tidak melakukan perburuan selain berbahaya buat masyarakat sendiri juga karena macan tutul dilindungi," katanya.
Baca juga: Macan Tutul Satroni Ruang Kelas di India, Serang Siswa dan Sebabkan Kepanikan
(Fakhrizal Fakhri )