Budi membeberkan, kronologi kejadian dimulai ketika kedua korban sedang menyebrangi Curugan Sayang Heulang dengan tujuan penginapan di Pulo Santolo. Secara tiba-tiba, arus air Curugan Sayang Heulang mengalir deras dan menghantam kedua korban.
"Kedua korban terpeleset dan jatuh hingga terbawa arus ke Muara Cilautereun lalu tenggelam. Seorang korban berhasil diselamatkan menggunakan perahu penyeberangan nelayan," tutur Kalak BPBD Garut.
Ia menjelaskan, petugas dari instansi terkait seperti personel kepolisian, Badan SAR Nasional, unsur Forkopincam, BPBD, UPT Disdamkar Pameungpeuk, Balawisata, serta unsur relawan, hingga kini masih melakukan pencarian terhadap seorang korban yang hilang.
Adapun ciri-ciri korban tenggelam yang belum ditemukan adalah memakai baju kaos warna merah dan celana pendek hitam, menggunakan gelang di sebelah kiri, rambut ikal serta kulit berwarna sawo matang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.