Share

Kisah Keajaiban Pria Tersengat Listrik 11.000 Volt, Bangun Tanpa Telinga dan Hidung

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 20 Mei 2022 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 18 2597594 kisah-keajaiban-pria-tersengat-listrik-11-000-volt-bangun-tanpa-telinga-dan-hidung-gT3ngr39Ax.jpg Pria ini selama dari sengatan listrik dan harus kehilangan hidung serta telinga (Foto: Daily Mirror)

MANCHESTER - Seorang pria telah mengejutkan dokter setelah selamat dari sengatan listrik yang menghebohkan. Dia pun dijuluki sebagai "manusia bola api".

Darren Harris "terlempar" ke seberang ruangan ketika dia menyentuh switchboard tua 11.000 volt yang dia pikir telah dimatikan bertahun-tahun yang lalu.

Pria dari Manchester berusia 29 tahun itu telah dijuluki sebagai keajaiban medis karena tidak hanya hidup kembali setelah terbaring "mati" selama beberapa menit, tetapi pulih dari luka bakar tingkat tiga hingga 47% dari tubuhnya.

Mirror melaporkan kecelakaan Darren terjadi ketika menjelajahi kota dan mengumpulkan potongan tembaga dari pabrik baja yang telah lama ditinggalkan begitu saja di Wolverhampton pada November 2020 lalu.

Baca juga: Jalani Prosesi Keagamaan, 11 Peserta Meninggal Tersengat Listrik Usai Kendaraan Tersangkut

Saat bekerja di bangunan yang akan dibongkar, Darren menganggap semua listrik mati dan dengan sengaja meletakkan tangannya di batang tembaga hidup.

Baca juga:  Sedang Renovasi Rumah di Bekasi, Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik

Entah bagaimana Darren sadar dan berhasil naik ke ambulans yang lewat secara kebetulan.

Selama beberapa menit Darren mengatakan dia terbaring mati di lantai, tetapi ingat saat dia hidup kembali dan melihat seluruh tubuhnya terbakar.

"Saya meletakkan tangan saya di bar dan tubuh saya terlempar ke seberang ruangan,” terangnya kepada The Mirror.

"Hidup saya melintas di depan mata saya dan saya mati selama beberapa menit,” lanjutnya.

"Saya tidak tahu apa yang membawa saya kembali, tetapi saya ingat ketika bangun dan seluruh tubuh saya terbakar, saya adalah bola api manusia,” ujarnya.

"Saya berlari untuk hidup saya dan entah bagaimana berhasil memanjat pagar setinggi 10 kaki tanpa mengetahui kerusakan yang telah terjadi pada tubuh saya,” ungkapnya.

"Lengan saya benar-benar terkoyak, saya bisa melihat sampai ke tulang,” terangnya.

"Wajah saya menggantung seperti penutup dan tenggorokan saya terbuka,” ujarnya.

"Saya berdiri di pinggir jalan selama beberapa menit ketika ambulans datang di tikungan. Saya melemparkan diri saya di depannya dan hal berikutnya yang saya ingat adalah bangun 27 hari kemudian,” tambahnya.

Darren telah diangkut ke Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham. Dia berada dalam keadaan koma saat dokter berjuang dengan luka-lukanya termasuk kegagalan organ ganda dan sepsis.

Para ahli melakukan 23 operasi termasuk cangkok kulit, kraniotomi untuk menghilangkan tekanan dari otaknya dan operasi perintis untuk menerapkan kulit buatan, yang dikenal sebagai Biodegradable Temporising Matrix, pada luka bakarnya.

Darren mengklaim ahli bedah mengatakan kepadanya bahwa mereka "belum pernah melihat yang seperti itu" selama 30 tahun karir mereka.

"Para dokter dan perawat tidak dapat mempercayainya, bahwa saya bahkan selamat dari cedera awal, apalagi fakta bahwa saya menandai ambulans yang lewat dan kemudian selamat dari operasi yang melelahkan,” terangnya.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak boleh berada di sini, saya tidak hanya beruntung masih hidup, saya satu dari sejuta,” paparnya.

Akibat luka bakarnya, Darren tidak memiliki hidung atau telinga, dan juga kehilangan mobilitas di kedua tangannya, membuatnya tidak dapat bekerja.

Darren pun berjuang melawan depresi dan pikiran untuk bunuh diri, tetapi mengatakan dia menyadari bahwa dia telah diberi "kesempatan kedua".

Sekarang dia telah meluncurkan GoFundMe untuk membayar operasi perintis untuk mencetak 3D rekonstruksi langsung telinganya menggunakan sel induknya.

"Saya telah diberi kesempatan kedua dalam hidup dan saya bersyukur berada di sini,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini