Share

10 Negara dengan Cuaca Didominasi Musim Hujan, Termasuk Indonesia!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 21 Mei 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 18 2597638 10-negara-dengan-cuaca-didominasi-musim-hujan-termasuk-indonesia-nPpEnkcrfP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Cuaca yang didominasi musim hujan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Curah hujan merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah dalam jangka waktu tertentu, diukur dengan satuan milimeter. Banyak faktor yang membuat curah hujan di suatu wilayah tinggi, terutama negara yang terletak di daerah tropis dan ditutupi dengan hutan hujan yang lebat. Selain itu, faktor arah angin, topografi, jarak dari sumber air, dan garis lintang juga berpengaruh.

BACA JUGA: Mengenal Fenomena Hujan Es, Mengapa Bisa Terjadi di Indonesia?

Menghimpun dari berbagai sumber, berikut daftar negara dengan cuaca didominasi musim hujan.

1. Kolombia

Kolombia menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat curah hujan tertinggi per tahun. Rata-rata curah hujan di negara ini mencapai 3.240 milimeter per tahun. Kolombia memiliki banyak hutan hujan, sehingga daerah yang menghadap Pasifik mengalami curah hujan yang paling banyak. Akibat curah hujan yang tinggi ini, beberapa wilayah di Kolombia terus-menerus dilanda banjir. Salah satunya Kota Tutunendo, yang menerima sekitar 463 inci hujan per tahunnya. Oleh karena itu, orang yang tinggal ini hanya mencapai kurang dari 1.000 jiwa. Di sini setiap harinya sepanjang tahun selalu turun hujan, matahari hanya muncul beberapa jam saja. Meskipun begitu, daerah ini masih ramai menjadi kota wisata.

2. Sao Tome dan Principe

Negara yang menempati posisi kedua dengan tingkat curah hujan tinggi adalah Sao Tome dan Principe. Di negara ini musim hujan dibagi menjadi dua fase yang berbeda. Musim hujan fase pertama disebut dengan musim pendek, yang berlangsung dari Oktober hingga November. Fase kedua merupakan fase yang lebih panjang, berlangsung dari Maret hingga Mei. Kedua musim tersebut menerima curah hujan yang sangat tinggi, dengan rata-rata jumlah gabungannya mencapai 3.200 milimeter per tahun.

BACA JUGA: Australia Dilanda Hujan Deras Ekstrem, Setidaknya 20 Orang Tewas

3. Papua Nugini

Rata-rata curah hujan di wilayah Papua Nugini mencapai 3.142 milimeter per tahun. Negara yang memiliki iklim tropis ini, menikmati musim hujan yang dimulai dari Desember sampai Maret. Bagian barat dan utara dari Papua Nugini merupakan wilayah yang mendapat sebagaian besar curah hujan. Hujan yang terjadi lebih banyak ini akan mengakibatkan banji dan kerusakan alam lainnya jika tidak ditangani dengan baik.

4. Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon merupakan negara yang terletak di sebelah timur Papua Nugini. Curah hujan rata-rata per tahunnya mencapai 3.028 milimeter. Negara ini mengalami dua iklim ekstrem yang berbeda, satu basah dan satu lainnya benar-benar kering. Musim hujannya sendiri terbagi dua. Bagian pertama dimulai dari Februari sampai Mei, sedangkan bagian kedua dari September hingga November. Selain itu, negara ini juga menghadapi bahaya topan yang melintas dari ujung pulau.

5. Panama

Panama merupakan salah satu negara yang terletak di Amerika Tengah. Negara ini mengalami musim muson selama sembilan bulan penuh, yang dimulai pada bulan April hingga Desember. Curah hujan di negara ini mencapai 2.926 milimeter per tahun. Letak geografi Panama menjadi faktor yang membuat curah hujan di sini lebih banyak. Uap yang dibawa dari utama dan timur laut Karibia menyebabkan hujan terjadi di negara ini.

6. Kosta Rika

Masih menjadi bagian wilayah Amerika Tengah, Kosta Rika terkenal dengan pantai pasir putih yang menarik wisatawan seluruh dunia. Negara ini menerima curah hujan rata-rata 2.926 milimeter per tahun, dengan musim hujan berlangsung selama tujuh bulan yang dimulai dari bulan Mei. Selama bulan-bulan ini, para wisatawan diimbau untuk tidak pergi ke pantai, karena air pasang di laut tinggi.

7. Malaysia

Malaysia memiliki curah hujan sebanyak 2.875 milimeter per tahun. Sebagai negara yang terletak di wilayah tropis, Malaysia mendapat tingkat curah hujan tinggi. Di sini musim muson dimulai sejak awal Desember sampai Maret. Daerah yang terletak di utara dan barat, seperti daerah Sarawak dan Sabah, mendapat 70% dari total curah hujan yang diterima negara ini.

8. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam terletak diantara sub-tropis dan tropis, sehingga menerima sebagian besar hujan. Kondisi iklim ini membuat Brunei mengalami hujan lebat dan cuaca yang hangat dengan kelembapan yang tinggi. Tingkat curah hujan rata-rata di negara ini mencapai 2.722 milimeter per tahunnya.

9. Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki reservoir air yang hangat, sehingga memiliki iklim tropis yang menyebabkan lebih banyak hujan. Wilayah Indonesia lebih banyak ditutupi perairan hangat dengan total 81% dari total daratan. Rentang musim hujan di Indonesia dimulai dari bulan Desember sampai Maret, dengan curah hujan 2.702 milimeter per tahun. Wilayah barat dan utara negara ini menerima curah hujan paling banyak dibanding wilayah lainnya.

Di Desa Kwatisore, Papua, misalnya, pada sore hari hujan akan turun di daerah ini walaupun sudah memasuki musim kemarau. Nama desa ini juga dipengaruhi hal tersebut, Kwatisore memiliki arti khawatir sore, karena penduduknya khawatir jika sore hari akan hujan.

10. Bangladesh

Bangladesh terletak di tepi teluk dengan beberapa sungai, sehingga negara ini memiliki banyak air. Curah hujan rata-rata diperkirakan 2.666 milimeter per tahun. Iklim musim negara ini membawa hujan lebat di sebagian besar wilayahnya. Musim muson biasanya dimulai dari bulan Juni hingga Oktober. Daerah yang terletak di dekat kaki pegunungan Himalaya menerima curah hujan paling banyak terutama wilayah Sylhet.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini