RUSIA - Seorang diplomat Rusia telah berhenti dari pekerjaannya sebagai protes atas perang "berdarah, tidak cerdas" yang "dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin melawan Ukraina".
Menurut akun LinkedIn-nya, Boris Bondarev diketahui bekerja di misi Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.
Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia tahu keputusannya untuk berbicara mungkin berarti Kremlin sekarang menganggapnya sebagai pengkhianat.
Namun dia tetap pada pernyataannya yang menggambarkan perang itu sebagai "kejahatan terhadap rakyat Ukraina" dan "rakyat Rusia".
Dalam surat yang diposting di media sosial dan dibagikan dengan sesama diplomat, Bondarev menjelaskan bahwa dia telah memilih untuk mengakhiri 20 tahun karirnya di dinas militer karena dia tidak bisa lagi "berbagi dalam aib yang berdarah, dungu, dan sama sekali tidak perlu ini".
Baca juga: Duta Besar Sebut Diplomat Rusia di AS Terancam, Termasuk Ancaman Kekerasan
"Mereka yang memikirkan perang ini hanya menginginkan satu hal - tetap berkuasa selamanya," tulisnya.
Baca juga: Diplomat Rusia Terus Diusir, Prancis Usir 35 Diplomat dan Jerman Usir 40 Orang
“Untuk mencapai itu, mereka rela mengorbankan nyawa sebanyak-banyaknya,” lanjutnya.
"Ribuan orang Rusia dan Ukraina telah mati hanya untuk ini,” ujarnya.
Melalui surat itu, dia juga menuduh Kementerian Luar Negeri Rusia lebih tertarik pada "kebohongan dan kebencian" daripada diplomasi.