Share

200 Mayat Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Reruntuhan Gedung di Mariupol

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 18 2599944 200-mayat-ditemukan-di-ruang-bawah-tanah-reruntuhan-gedung-di-mariupol-b7qNPvLA8U.jpg Bangunan rusak akibat serangan pasukan Rusia di Mariupol, Ukraina. (Foto: Reuters)

KIEV โ€” Para pekerja yang menggali puing-puing sebuah gedung apartemen di Mariupol menemukan 200 mayat di ruang bawah tanah, kata pihak berwenang Ukraina pada Selasa (24/5/2022). Penemuan itu menambah banyak kengerian yang terungkap di Mariupol, setelah tiga bulan perang Rusia-Ukraina.

Mayat-mayat itu membusuk dan baunya menyelimuti lingkungan sekitar, kata Petro Andryushchenko, seorang penasihat wali kota, sebagaimana dilansir AP. Dia tidak mengatakan kapan mereka ditemukan, tetapi banyaknya korban menjadikannya salah satu serangan perang paling mematikan yang diketahui.

Pertempuran sengit, sementara itu, dilaporkan di Donbass, jantung industri timur yang akan direbut oleh pasukan Moskow. Pasukan Rusia mengambil alih kota industri yang menjadi tuan rumah pembangkit listrik termal, dan mengintensifkan upaya untuk mengepung dan merebut Sievierodonetsk dan kota-kota lain.

Dua belas orang tewas oleh penembakan Rusia di wilayah Donetsk di Donbass, menurut gubernur regional. Dan gubernur wilayah Luhansk di Donbass mengatakan daerah itu menghadapi "masa paling sulit" dalam delapan tahun sejak pertempuran separatis meletus di sana.

โ€œRusia maju ke segala arah pada saat yang bersamaan. Mereka membawa sejumlah pejuang dan peralatan yang gila,โ€ tulis Gubernur Serhii Haidai di Telegram. "Para penyerbu membunuh kota-kota kita, menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya". Dia menambahkan bahwa Luhansk menjadi "seperti Mariupol."

Mariupol dihantam tanpa henti selama pengepungan hampir tiga bulan yang berakhir pekan lalu setelah sekira 2.500 pejuang Ukraina meninggalkan pabrik baja tempat mereka bertahan. Pasukan Rusia telah menguasai seluruh kota, di mana diperkirakan 100.000 orang masih berada di sana, jauh di bawah 450.000 populasi kota sebelum perang, banyak dari mereka terperangkap selama pengepungan dengan sedikit makanan, air, panas atau listrik.

Setidaknya 21.000 orang tewas dalam pengepungan itu, menurut pihak berwenang Ukraina, yang menuduh Rusia berusaha menutupi kengerian dengan membawa peralatan kremasi bergerak dan dengan mengubur orang mati di kuburan massal.

Selama serangan di Mariupol, serangan udara Rusia menghantam rumah sakit bersalin dan teater tempat warga sipil berlindung. Investigasi Associated Press menemukan bahwa hampir 600 orang tewas dalam serangan di teater, dua kali lipat angka yang diperkirakan oleh pihak berwenang Ukraina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini