Coba kaupejamkan matamu sekarang, maka kau akan bisa membayangkan telaga itu! Kalau di tepian telaga tadi tampak lelaki berjubah putih (bukan kain kafan lho...tetapi kain yang bersulamkan pancaran sinar matahari), ya itu aku-aku, menunggumu. Sebab dari perkiraanku, aku yang bakal mendahului pergi ke sana- aku menmendahuluimu!.
Lha itu, kembang kamboja di atas nisanku, petiklah kembang itu, ciumilah, maka kamu akan rasakan aroma tubuhku. Bukan aroma bunga, tetapi aroma yang tercipa dari rasa cintaku. Sebab , akar kamboja itumenusuk menembus dadaku, di dalam kuburan sana. (Masmu, Soekarno).
Saat surat dilayangkan dan dibaca, Haryati sedang tinggal di Jalan Madiun, Menteng Jakarta Pusat. Haryati merupakan istri keenam Bung Karno. Sayang, pernikahan itu tak berjalan langgeng. Pada tahun 1966, Bung Karno dan Haryati memutuskan untuk bercerai.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.