Share

Jual Miras dan Bikin Uang Palsu, Residivis KDRT Ditangkap Polisi

Erfan Erlin, iNews · Senin 06 Juni 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 510 2606379 jual-miras-dan-bikin-uang-palsu-residivis-kdrt-ditangkap-polisi-polisi-2zV9W9xsOr.jpg Polisi menangkap pembuat uang palsu dan penjual miras (Foto : MPI)

BANTUL - Warga Banguntapan Bantul berinisial TN (27), harus berurusan dengan polisi untuk kedua kalinya. Setelah sempat dipenjara karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), lelaki ini ditangkap karena produksi uang palsu dan juga menjual minuman keras tanpa izin.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menuturkan, penangkapan TN bermula dari hari Kamis 2 Juni 2022, sekira pukul 12.00 WIB, petugas Kepolisian Polres Bantul mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Mantup RT. 011 Kalurahan Baturetno Kapanewon Banguntapan Bantul terdapat seseorang yang menjual minuman keras.

"Setelah itu kita selidiki. Ternyata benar ada yang jualan miras," ujarnya, Senin (6/6/2022).

Setelah itu pihaknya langsung melakukan penggerebekan di rumah pelaku atau tersangka. Dan ternyata selain menemukan miras, pihaknya juga menemukan seperangkat printer. Memudian ada juga uang yang diduga palsu.

Berdasarkan hasil pengamatan polisi, uang tersebut memang palsu. Sehingga polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terkait keberadaan uang tersebut termasuk printer yang mereka dapatkan pada saat melakukan penggrebekan.

"Kita kembangkan kita lakukan interograsi lanjutan terkait kepemilikan uang ini,"tambahnya.

Dan dalam pemeriksaan tersebut, tersangka atau pelaku mengakui bahwa memang benar telah memproduksi uang atau membuat uang palsu dengan cara menggunakan printer warna tersebut. Printer warna tersebut sengaja tersangka beli untuk memproduksi uang palsu.

Tersangka mengaku memproduksi uang palsu tersebut karena ada seseorang yang memesan nya. Di samping itu uang palsu tersebut rencananya juga digunakan untuk kembalian setiap ada seseorang yang membeli minuman keras di tempatnya.

"Jadi kalau nanti ada yang beli miras. Kembaliannya pakai uang palsu,"tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika tersangka mendapatkan teknik memproduksi uang palsu tersebut setelah belajar secara otodidak dari sebuah usaha fotocopy. Dan dalam sepekan menjelang dia diamankan tersangka terus belajar memproduksi uang palsu

"Caranya uang asli discan, terus diprin kemudian dipotong," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari tersangka uang palsu tersebut belum pernah digunakan karena terlanjur digerebek oleh polisi. Namun demikian polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk menemukan fakta-fakta baru lainnya.

Ihsan mengatakan, selain tersangka pihaknya juga mengamankan 113 (seratus tiga belas) lembar uang Rp100.000 dengan total Rp11.300.000. 8 (delapan) lembar uang Rp50.000, dengan total Rp. 400.000, 1 (satu) buah pemotong kertas (Paper cutter) merek Kenko, 283 (duaratus delapan puluh tiga) lembar Kertas HVS 80 gram A4 S Paper One, 1 (satu) buah mesin Printer merek PIXMA seri G 3.010 warna hitam, 2 (dua) buah Cutter A-300 merek Kenko warna cream dan 1 (Satu) buah tas berwarna hitam.

Tersangka akan diancam pasal tindak pidana Mata Uang Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 36 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2011 dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 Miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini