Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Analisis Geologi Gempa M5,8 Mamuju, PVMBG: Pusat Lokasinya Telah Alami Pelapukan

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 09 Juni 2022 |14:23 WIB
Analisis Geologi Gempa M5,8 Mamuju, PVMBG: Pusat Lokasinya Telah Alami Pelapukan
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan hasil analisa terkait gempa dengan magnitudo (M)5,8 yang mengguncang Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, kemarin.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Selat Makassar pada koordinat 2,74°LS dan 118,54°BT.

Melihat pusat gempa ini, PVMBG mengatakan pada umumnya lokasi tersebut merupakan morfologi perbukitan hingga perbukitan terjal, lembah dan dataran pantai yang tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping, gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial).

“Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan,” dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Kamis (9/6/2022).

PVMBG mengatakan endapat kuarter dan batuan berumur pra tersier dan tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

Selain itu, PVMBG mengungkapkan morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah ini.

“Kejadian gempa bumi merusak tanggal 15 Januari 2021 yang lalu memicu terjadinya gerakan tanah tipe jatuhan batu yang menutup jalan trans Sulawesi dengan material bongkahan batugamping,” ungkap PVMBG.

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi juga kedalamannya, PVMBG mengatakan kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif, mekanisme sesar mendatar dengan komponen naik.

Sementara menurut data Badan Geologi daerah Sulawesi Barat secara umum didominasi oleh struktur geologi berupa jalur lipatan dan sesar naik (fold thrust belt) berarah relatif utara – selatan.

“Sesar naik ini tergolong sudut landai dan blok bagian timur relatif bergerak naik terhadap blok bagian barat bidang sesar. Jalur sesar naik ini berasosiasi dengan lipatan yang banyak terdapat di bagian barat Provinsi Sulawesi Barat. Jalur sesar naik ini diperkirakan menerus ke arah darat,” ungkap PVMBG.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement