Share

Edi Ubung, Preman Paling Meresahkan di Bali Ditangkap Usai Hancurkan Mobil

Miftachul Chusna, Koran SI · Kamis 16 Juni 2022 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 244 2612665 edi-ubung-preman-paling-meresahkan-di-bali-ditangkap-usai-hancurkan-mobil-bibu74bhAB.jpg Foto: MNC Portal

DENPASAR – Polisi menangkap komplotan preman Terminal Ubung Denpasar. Pasalnya, mereka merampas mobil yang ditarik sebuah perusahaan finance.

(Baca juga: Minta Jatah ke Mandor Proyek, Preman Tewas Dibacok Celurit)

Kawanan preman itu terdiri tujuh orang, Suhaedi, Arik Laksamana, I Gusti Agung Gede Agung, I Gede Oka Candra, Kadek Suparta Wijaya, I Wayan Ardika dan Risalas Hadi.

"Modusnya mengeluarkan paksa mobil yang ada di gudang finance," kata Wadireskrimum Polda Bali AKBP Suratno, Kamis (16/6/2022).

Dijelaskan Suratno, ketujuh pelaku mendatangi gudang PT Anugrah Lelang Indonesia di Jalan Cargo Permai Denpasar. Mereka bermaksud mengambil mobil Mitsubishi Mirage Nopol DK 912 FI yang ditarik debt collector Mybank Finance.

Pelaku masuk ke gudang lewat tembok belakang. Keempatnya lalu meminta satpam gudang memberikan kunci mobil dan membukakan pintu gerbang.

Satpam gudang meminta para pelaku berkoordinasi dulu dengan pihak finance. Suhaedi lalu mengancam: 'saya Edi Ubung, kalau unit tidak keluar kamu saya bunuh'.

Pelaku kemudian mengeluarkan mobil dari gudang. Di luar gerbang, sudah menunggu mobil derek dan selanjutnya dibawa ke Terminal Ubung.

Di Terminal, pelaku menghancurkan mobil dengan paving blok. Setelah hancur, mobil kembali dibawa ke gudang dan diparkir di depan pintu gerbang.

Surawan menjelaskan, tersangka mengaku awalnya sudah berusaha menyelesaikan dengan membayar angsuran dan mengganti biaya pengambilan unit supaya mobil dapat keluar.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Namun tidak ada tanggapan apapun dari Mybank Finance. "Meski demikian, tindakan mereka tidak bisa dibenarkan dan meresahkan," ujar Suratno.

Ketujuh pelaku ditahan dan dijerat pasal 336, 368 jo pasal 170 dan 406 KUHP. "Ini terkait tindak pidana pengancam, perampasan secara bersama-sama dan pengrusakan," tutup Suratno.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini