Share

Mayat 2 Pastor dan 1 Pemandu Wisata Ditemukan Usai Ditembak Mati di Dalam Gereja

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 18 2616588 mayat-2-pastor-dan-1-pemandu-wisata-ditemukan-usai-ditembak-mati-di-dalam-gereja-t7BWBi3adS.jpg Mayat 2 pastor dan 1 pemandu wisata ditemukan usai ditembak mati di dalam gereja (Foto: Reuters)

MEKSIKO - Mayat dua pastor Katolik dan seorang pemandu wisata telah ditemukan beberapa hari setelah mereka ditembak mati di dalam sebuah gereja di Meksiko utara.

Ketiganya tewas pada Senin (20/6/2022) setelah diduga terlibat dengan pengedar narkoba buronan di negara bagian Chihuahua.

Para pastor ditembak mati ketika mencoba membantu pemandu, yang berlari ke gereja mereka untuk meminta bantuan.

"Kami telah menemukan dan menemukan mayat pastor esuit Javier Campos, Joaquín Mora dan pemandu wisata Pedro Palma," kata Gubernur Chihuahua Maria Eugenia Campos dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.

Baca juga: Pastor Katolik Jerman Dituduh Lakukan 6.000 Kasus Pelecehan Seksual, 610 Anak-Anak Jadi Korban

Kantor kejaksaan Chihuahua mengatakan Palma melarikan diri dari geng bersenjata ketika dia mencari perlindungan di sebuah gereja di kota Cerocahui, sebelum ditembak mati bersama dengan dua pastor yang mencoba campur tangan.

Baca juga: Pastor Ini Percaya Kesepakatan PBB dan WHO Dibuat oleh Setan, Melihat Manusia Sebagai Semut

Luis Gerardo Moro, kepala ordo keagamaan di Meksiko, dalam sebuah wawancara radio mengatakan ketiga mayat itu kemudian dibawa pergi oleh sekelompok pria dengan sebuah truk pickup.

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengatakan tersangka, yang diidentifikasi oleh pendeta lain yang berada di gereja itu, sudah menjadi buronan atas pembunuhan seorang turis Amerika pada 2018. Tersangka bernama Jose Noriel Portillo Gil.

Presiden menambahkan bahwa istri Palma adalah salah satu dari dua orang yang diculik pada Senin (20/6/2022) sebelum pembunuhan, dan masih hilang.

Paus Fransiskus mengutuk pembunuhan itu, menyebutnya sebagai pengingat yang mengejutkan akan tingkat kekerasan di Meksiko. Paus mengungkapkan kekecewaannya atas pembunuhan itu.

"Begitu banyak pembunuhan di Meksiko. Saya dekat, dalam kasih sayang dan doa, dengan komunitas Katolik yang terkena dampak tragedi ini," terangnya di akhir audiensi mingguannya di Vatikan.

Hadiah sebesar 5 juta peso (Rp3,7 miliar) untuk informasi yang berkaitan dengan keberadaan tersangka telah diumumkan.

Menurut Centro Catolico Multimedial, sebuah organisasi Katolik, sekitar 30 pastor telah dibunuh di Meksiko dalam dekade terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini