Saat ini sosok Badi, kakak pria berusia 73 tahun ini telah meninggal dunia. Bagi masyarakat, Badi merupakan pahlawan. Sehingga sosok Badi, diabadikan dengan pembuatan patung yang berdiri di desa tersebut.
"Kakak saya sudah meninggal dunia. Kakak saya itu yang mengajarkan berburu sewaktu kecil," cerita Mawi.
Alat Berburu Ala Datuk Mawi dari Masa ke Masa
Awal berburu Mawi hanya mengandalkan sepotong kayu berukuran panjang sekira 50 cm, sebesar tangan orang dewasa, dengan diameter kayu sebesar baterai senter besar. Ukuran panjang sepotong kayu tersebut. Cukup beralasan.

Alat tankap Harimau milik Datuk Mawi (Foto: Demon Fajri)
Jika sepotong kayu lebih dari 1 meter akan kesulitan memukul, ketika Harimau berada disemak-semak. Tentunya kayu tersebut tersangkut. Selain sepotong kayu. Mawi juga membawa sebilah senjata tajam (sajam), golok cikbatu.
Baca juga: Ada Harimau Berkeliaran, Pemilik Kebun Sawit di Riau Sewa Bodyguard
Sejak digunakan tahun 1972, golok itu sudah menjadi pisau pendek, sejengkal orang dewasa kira-kira. Sebab. Golok Cikbatu tersebut kerap di asah dan patah.
Alat pendukung lain pada masa ini Mawi juga menggunakan ijuk yang dijalin sebesar induk mata kaki, sepanjang tidak kurang dari 3 meter. Ini digunakan untuk mengikat leher Harimau.
Tahun 1972 hingga 1980-an, Mawi bersama kakaknya berburu di kawasan hutan di daerahnya, Provinsi Bengkulu hingga ke Provinsi Jambi. Cara berburunya cukup ekstrem. Mereka mengejar Harimau, mengepung dari sisi kiri dan kanan.