Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sling Terakhir Sang Datuk di Kaki Harimau Sumatera

Demon Fajri , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2022 |12:45 WIB
Sling Terakhir Sang Datuk di Kaki Harimau Sumatera
Datuk Mawi mantan pemburu harimau (Foto: Demon Fajri)
A
A
A

Menguliti 100 Harimau Lebih

Dari awal berburu tahun 1972 hingga 2018 tidak kurang dari 100 Harimau Sumatera telah dikuliti, Mawi. Terkadang, dalam satu bulan mantan pemburu ini bisa memperoleh enam ekor Harimau yang terkena jerat.

Tak jarang, jerat kawat sling baja milik pria berkulit gelap ini mengenai satwa lain. Mulai dari Tapir, Beruang, Kijang, Rusa dan anak Harimau. Namun, satwa yang terjerat itu dilepas.

Mawi menilai jika satwa yang terkena jerat diluar Harimau tersebut tidak memiliki nilai jual. Pikirannya juga tidak ingin menyiksa atau membunuh satwa lain di luar Harimau.

Sesekali daging buruan tersebut Mawi konsumsi, ketika bekal di dalam hutan sudah habis. Hal itu untuk bertahan hidup selama perjalanan dari hutan ke hutan termasuk daging Harimau.

Lantaran kerap memakan daging Harimau berdampak pada badan Mawi menjadi panas. Sehingga pria uzur itu jarang mengenakan baju baik ketika di dalam hutan maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan cuaca dingin sekalipun.

"Harimau yang sudah saya kuliti lebih dari 100 ekor. Itu sejak awal berburu tahun 1972 sampai 2018. Pernah saya dapat dalam satu bulan itu 6 ekor. Pernah juga tidak sama sekali. Jika Rusa, Tapir, Beruang, kena jerat saya lepas. Hewan itu mati tidak ada artinya. Tidak ada harganya itu," kata Mawi.

Ketika hasil buruan Harimau telah diperoleh, Mawi. Kulit Harimau, taring, kulit, tulang benulang hingga lainnya dikuliti terlebih dahulu. Kemudian seluruh bagian tubuh itu diawetkan dengan menggunakan air spritus dan dikubur di suatu tempat.

"Setelah dapat saya kubur dulu. Kemudian saya lanjutkan lagi perjalanan ke hutan lain. Tapi, memasuki tahun 1990-an Harimau mulai sepi," cerita dia.

Baca juga: Pekerja Kontraktor Tewas Diterkam Harimau saat Buang Air Besar

Semasa berburu hasil buruan Harimau paling banyak terkena jerat Harimau berjenis kelamin jantan. Bahkan tinggi Harimau terkena jerat, pernah setinggi pinggang orang dewasa. Kira-kira 1,25 meter.

"Yang paling banyak Harimau jantan. Saya pernah dapat Harimau tingginya sepinggang orang dewasa," ungkap Datuk.

Mawi sama sekali tidak takut ketika berburu di dalam hutan, seorang diri. Berburu Harimau, musti banyak beraninya dari pada takutnya. Jika takut maka Harimau tidak dapat dijerat.

"Kita tidak dapat Harimau, kalau takut. Jadi, harus banyak beraninya. Orang bilang jangan berburu Harimau lagi, nanti malah tambah banyak. Saya malah senang, kalau banyak Harimau malah bergairah," ungkap Mawi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement